VOKASI NEWS – Perdagangan internasional menjadi salah satu strategi yang dilakukan perusahaan manufaktur untuk memperluas pasar sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku dan komponen produksi. Kegiatan ekspor dan impor tidak hanya berperan dalam meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Di balik kelancaran aktivitas tersebut, terdapat proses administrasi yang memastikan setiap transaksi terdokumentasi dengan baik, mulai dari penyusunan dokumen hingga pencatatan keuangan. Pengelolaan administrasi yang tertib juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui peningkatan produktivitas serta perdagangan internasional.
Mengapa Administrasi Akuntansi Penting dalam Ekspor dan Impor?
Administrasi akuntansi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran transaksi ekspor dan impor. Setiap kegiatan perdagangan internasional menghasilkan berbagai dokumen yang harus diverifikasi, dicatat, dan diarsipkan secara sistematis agar proses bisnis berjalan dengan baik. Kelengkapan administrasi juga membantu perusahaan mengurangi risiko kesalahan pencatatan, keterlambatan pembayaran, maupun hambatan dalam proses pengiriman barang. Oleh karena itu, administrasi akuntansi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas perdagangan internasional.
Penerapan administrasi akuntansi tersebut dapat dijumpai pada Perusahaan Kereta Api, sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang manufaktur sarana perkeretaapian. Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, perusahaan juga melakukan ekspor ke berbagai negara dan mengimpor material tertentu guna mendukung proses produksi.
Aktivitas tersebut melibatkan koordinasi antara berbagai unit kerja, mulai dari divisi pemasaran, produksi, logistik, hingga keuangan. Setiap unit memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan sehingga diperlukan administrasi yang tertib agar seluruh proses berjalan secara efektif.
Bagaimana Prosedur Ekspor dan Impor Dilaksanakan?
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama pelaksanaan penelitian, kegiatan ekspor diawali dengan penyusunan kontrak bersama pelanggan luar negeri. Kontrak tersebut memuat spesifikasi barang, jumlah pesanan, harga, jadwal pengiriman, serta metode pembayaran yang telah disepakati kedua belah pihak.
Setelah proses produksi selesai, barang dikirim melalui perusahaan pelayaran dengan dilengkapi dokumen utama, seperti Commercial Invoice dan Bill of Lading. Dokumen tersebut menjadi bukti transaksi sekaligus dasar administrasi dalam proses pengiriman barang ke luar negeri (Purba, 2024). Kelengkapan dokumen sangat menentukan kelancaran proses ekspor hingga barang diterima oleh pelanggan.
Setelah barang dikirim, Divisi Keuangan menyiapkan surat tagihan beserta dokumen pendukung lainnya untuk proses penagihan kepada pelanggan. Pembayaran kemudian dilakukan menggunakan metode Telegraphic Transfer sesuai dengan kesepakatan yang tercantum dalam kontrak. Proses administrasi yang tertib membantu perusahaan menerima pembayaran tepat waktu serta memudahkan pencatatan transaksi keuangan. Seluruh dokumen transaksi kemudian diarsipkan sebagai bukti administrasi dan bahan penyusunan laporan keuangan. Pengelolaan yang sistematis juga memudahkan proses audit maupun evaluasi di kemudian hari.
Kegiatan impor juga memerlukan pengelolaan administrasi yang baik karena melibatkan banyak tahapan dan dokumen. Proses dimulai dari pemesanan barang kepada pemasok luar negeri, penerimaan dokumen impor, pengurusan dokumen kepabeanan, pembayaran bea masuk dan pajak, hingga proses customs clearance.
Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan sesuai ketentuan agar material dapat segera digunakan dalam proses produksi. Menurut Siregar (2023), kepatuhan terhadap prosedur administrasi dan kepabeanan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran kegiatan impor. Dengan demikian, proses produksi perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan akibat keterlambatan pasokan material.
Administrasi Akuntansi sebagai Pendukung Kelancaran Operasional Perusahaan
Administrasi akuntansi tidak hanya berfungsi sebagai proses pencatatan transaksi, tetapi juga memastikan seluruh dokumen ekspor dan impor tersimpan secara lengkap, akurat, dan mudah ditelusuri. Pengelolaan dokumen yang sistematis membantu perusahaan menghasilkan informasi keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memperkuat sistem pengendalian internal.
Hidayat (2021) menyatakan bahwa administrasi akuntansi yang baik mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan perusahaan melalui pencatatan yang tertib dan transparan. Kondisi tersebut memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mendukung pengambilan keputusan dan menjaga kelancaran operasional.
Hasil pelaksanaan magang menunjukkan bahwa prosedur ekspor dan impor di Perusahaan Kereta Api telah berjalan secara terstruktur sesuai ketentuan yang berlaku. Koordinasi antarunit kerja serta administrasi akuntansi yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional.
Penerapan administrasi yang sistematis juga sejalan dengan SDGs Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan daya saing industri manufaktur. Selain itu, hal tersebut juga mendukung SDGs Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, administrasi akuntansi tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
[BACA JUGA: Eksplorasi Pengalaman Berwisata Dalam Menikmati Glow Interactive Zoo Sebagai Wisata Metaverse]
Penulis: Isna Ilyasari
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)
Sumber:
Hidayat. (2021). Administrasi akuntansi dalam kegiatan ekspor impor.
Leunupun, P., Persulessy, G., & Souhuwat, M. Y. (2022). Pengelolaan Keuangan, Sistem Akuntansi, dan Kualitas Laporan Keuangan.
Purba, J. E. (2024). Penggunaan Letter of Credit dalam perdagangan internasional dan aspek hukumnya.
Siregar, R. (2023). Analisis prosedur ekspor barang pada kegiatan perdagangan internasional.



