Eksplorasi Pengalaman Berwisata Dalam Menikmati Glow Interactive Zoo Sebagai Wisata Metaverse

VOKASI NEWS – Pariwisata merupakan aktivitas perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dari tempat tinggal asal menuju destinasi tertentu di luar lingkungan kesehariannya. Aktivitas ini dilakukan dengan berbagai tujuan, seperti rekreasi, bisnis, maupun kepentingan lainnya (UNWTO).

Dalam perkembangannya, industri pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai sektor penyumbang devisa negara, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan daerah dan sarana pelestarian budaya. Perkembangan teknologi digital turut mendorong transformasi dalam pengelolaan destinasi wisata. Hal ini membuat pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung menjadi semakin beragam dan inovatif.

Perkembangan Konsep Pariwisata Metaverse dan Inovasi Digital

Salah satu konsep yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital adalah pariwisata metaverse. Konsep ini merujuk pada pemanfaatan teknologi digital imersif yang memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan menarik melalui integrasi dunia fisik dan digital.

Salah satu inovasi wisata metaverse yang hadir di Kota Surabaya adalah Glow Interactive Zoo yang berada di kawasan Kebun Binatang Surabaya. Wahana ini menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebun binatang konvensional. Hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital berupa animasi visual, permainan cahaya, serta instalasi ruang tematik yang dirancang secara imersif. Wahana ini secara resmi dibuka pada tanggal 23 Desember 2024 sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan inovasi pengelolaan atraksi wisata di Kebun Binatang Surabaya.

Kehadiran Glow Interactive Zoo menandai pergeseran paradigma dari wisata satwa konvensional yang berfokus pada observasi pasif. Pergeseran ini mengarah pada bentuk wisata metaverse yang mengedepankan interaksi, imersi, dan pemanfaatan teknologi digital. Glow Interactive Zoo terbagi ke dalam tiga zona utama, yaitu zona bola kaca, light zoo, dan zona hutan buatan, yang masing-masing memiliki karakteristik tematik dan pengalaman yang berbeda.

Pengalaman Wisatawan dalam Zona Interaktif Glow Interactive Zoo

Berdasarkan hasil analisis wawancara, pengalaman wisatawan di Glow Interactive Zoo (GIZ) Kebun Binatang Surabaya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital membentuk pengalaman wisata yang unik. GIZ tidak hanya menawarkan atraksi melihat satwa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbasis visual digital yang menciptakan suasana imersif.

Faktor yang paling memengaruhi pengalaman wisatawan adalah zona light zoo dengan animasi satwa, permainan cahaya, dan desain ruang tematik yang memberikan kesan seolah-olah berada di dunia visual yang berbeda dari kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menimbulkan rasa antusias dan memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.

Selain tampilan visual, suasana ruang juga berkontribusi dalam membentuk pengalaman wisata. Pencahayaan redup, desain yang estetik, dan atmosfer yang tenang menciptakan suasana yang nyaman dan berbeda dari hiruk pikuk perkotaan. Aktivitas yang paling sering dilakukan wisatawan adalah mendokumentasikan pengalaman melalui foto dan video. Berbagai instalasi visual dan animasi digital dimanfaatkan sebagai latar yang menarik untuk dokumentasi pribadi maupun konten media sosial.

Analisis Pengalaman dan Keterbatasan Implementasi Wisata Metaverse

Pengalaman wisata di GIZ juga dipengaruhi oleh interaksi sosial. Wisatawan umumnya berkunjung bersama teman atau keluarga, melakukan aktivitas seperti bercanda, bermain, dan saling membantu mengambil foto. Kebersamaan tersebut membuat pengalaman wisata menjadi lebih menyenangkan dan berkesan karena dinikmati secara kolektif.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat interaktivitas teknologi masih terbatas. Wisatawan lebih banyak menikmati visual dibandingkan berinteraksi langsung dengan sistem digital yang tersedia. Selain itu, unsur edukasi mengenai satwa belum menjadi pengalaman yang dominan, meskipun GIZ berada di kawasan Kebun Binatang Surabaya.

Pengalaman yang dirasakan wisatawan lebih berorientasi pada hiburan visual daripada penyampaian informasi. Demikian pula, unsur budaya lokal belum banyak hadir dalam pengalaman wisata. Visualisasi digital di GIZ lebih berfokus pada tema satwa dan efek pencahayaan artistik. Oleh karena itu, keterkaitannya dengan identitas lokal Surabaya maupun budaya masyarakat setempat belum terlihat secara jelas.

[BACA JUGA: SP2DK: Ketika Kesalahan Kecil dalam Pelaporan Pajak Menjadi Perhatian Fiskus]

Penulis: Jeany Aufa Baiano Junior

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)