VOKASI NEWS – Setiap hari, ribuan kejadian darurat terjadi di Kota Surabaya, kecelakaan lalu lintas, kebakaran, orang hilang, hingga korban tenggelam. Di balik setiap respons cepat dari nomor darurat 112, ada tim medis yang siap terjun kapan saja. Salah satu garda terdepan dalam respons medis ini adalah Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, yang secara rutin turun ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi korban, hingga penanganan jenazah. Aktivitas luar ruangan yang intensif ini tentu menuntut kebugaran fisik prima. Namun, muncul pertanyaan: Apakah aktivitas lapangan yang berat justru membahayakan kadar hemoglobin para relawan?
Penelitian Ungkap Peningkatan Kadar Hemoglobin
Penelitian terbaru dilakukan pada 60 relawan PMI Kota Surabaya yang aktif terlibat dalam respons kebencanaan bersama Command Center 112 Kota Surabaya membuktikan bahwa aktivitas luar ruangan yang intensif justru meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan.
Menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test berjarak pelaksanaan empat bulan, sesuai usia eritrosit, penelitian ini membagi relawan menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen (50 orang) menjalani intervensi berupa tugas lapangan PMI selama satu bulan, sementara kelompok kontrol (10 orang) tidak mendapat intervensi khusus.
Hasilnya menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Rata-rata kadar hemoglobin kelompok eksperimen mencapai 13,67 mg/dL pada pengukuran akhir, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya 11,29 mg/dL. Secara statistik, perbedaan ini sangat signifikan dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Bahkan, pada kelompok eksperimen laki-laki, tidak ada lagi relawan dengan hemoglobin rendah, semuanya berada dalam kategori normal hingga tinggi.
Mengapa Aktivitas Fisik Meningkatkan Hemoglobin?
Mengapa aktivitas luar ruangan justru meningkatkan hemoglobin? Saat tubuh melakukan aktivitas fisik berat, kebutuhan oksigen meningkat drastis. Kondisi ini menciptakan hipoksia ringan yang merangsang ginjal memproduksi hormon eritropoietin (EPO). Hormon ini kemudian memerintahkan sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah. Proses adaptasi ini membuat tubuh lebih bugar dan tidak mudah lelah.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin intens aktivitas luar ruangan yang dilakukan, semakin meningkat pula produksi hemoglobin. Para relawan PMI, pekerja lapangan, dan siapa pun yang aktif bergerak di luar ruangan tidak perlu cemas. Tubuh manusia memiliki mekanisme adaptasi yang luar biasa, aktivitas fisik justru memicu respons fisiologis yang menguntungkan.
[BACA JUGA: Suhu Panas dan Beban Kerja Berat Menjadi Faktor Kelelahan Pekerja Tank Terminal Storage]
Penulis: Adeliagitta Putri Lanjarsari
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



