Alat Fiksasi Sebagai Kunci Diagnosis Radiografi Thorax Right Lateral Decubitus

Alat Fiksasi Sebagai Kunci Diagnosis Radiografi Thorax Right Lateral Decubitus

VOKASI NEWS – Efusi pleura merupakan kondisi penumpukan cairan pada rongga pleura yang di Indonesia diperkirakan dialami sekitar 1,39 juta jiwa (Sirait et al., 2025). Keterlambatan diagnosis efusi pleura dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pasien, sehingga deteksi dini menjadi hal yang penting. Proyeksi right lateral decubitus dikenal sebagai teknik dengan sensitivitas tinggi. Teknik ini mampu memvisualisasikan cairan pleura mulai volume 10 -25 mL, yang jauh lebih sensitif dibandingkan proyeksi standar AP Erect.

Meski sensitif, pemeriksaan right lateral decubitus menggunakan sistem radiografi digital menghadapi kendala teknis. Area non-aktif atau dead space pada flat panel detector berpotensi memotong struktur dinding dada bagian lateral bawah. Padahal cairan efusi pleura dalam jumlah minimal justru berkumpul di area tersebut akibat gravitasi.

Alat Fiksasi Atasi Kendala Teknis

Untuk mengatasi tantangan tersebut, digunakan alat fiksasi berbahan rangka stainless steel dengan bantalan busa Ethylene Vinyl Acetate (EVA) sebagai elevasi. Elevasi berguna agar area thorax masuk pada area aktif detektor. Alat berukuran panjang 43 cm dan lebar 32 cm untuk memastikan posisi thorax true lateral serta terdapat cassette holder. Kemudian, terdapat mekanisme pir tekan serta velcro strap pada area panggul dan bahu untuk membantu imobilisasi pasien selama eksposi.

Penilaian Evaluasi Citra

Evaluasi dilakukan terhadap 30 sampel radiografi thorax right lateral decubitus yang dipakaikan alat fiksasi. Penilaian dilakukan melalui metode kuesioner Visual Grading Analysis (VGA) oleh dua dokter spesialis radiologi menggunakan skala Likert 1–4. Penilaian mencakup lima parameter yakni terkait motion artefak, gambaran anatomi, kontras jaringan, cakupan citra, dan kemampuan citra menunjukkan informasi klinis.

Evaluasi Citra Seluruh Parameter

Hasil penilaian dianalisis secara statistika menggunakan weighted Cohen’s Kappa menunjukkan performa yang konsisten pada seluruh parameter. Pada parameter terkait motion artefak, 23 dari 30 citra (76,7%)  memberikan skor tertinggi (skor 4, tidak ada artefak motion). Dengan tingkat kesepakatan yang diperoleh sebesar 0,9451. Pada parameter gambaran anatomi, sebanyak 18 dari 30 citra (60,0%) dinilai sangat baik atau simetris tanpa rotasi (skor 4). Serta, diperoleh Kappa sebesar 0,9398.

Parameter kontras jaringan mencatatkan proporsi skor tertinggi yang lebih rendah dibandingkan parameter lain. Hanya 23,3–26,7% citra yang memperoleh skor 4 (perbedaan densitas antar jaringan tajam dan optimal). Mayoritas 70,0–73,3% citra berada pada skor 3 (densitas cukup jelas meski belum optimal). Kondisi ini diikuti dengan nilai kappa sebesar 0,9296, terendah di antara kelima parameter.

Adapun parameter cakupan citra dan informasi diagnostik efusi pleura menunjukkan performa terbaik. Sebanyak 86,7% citra (26 dari 30) dinilai skor 4 (seluruh lapang paru tervisualisasi lengkap tanpa terpotong). Kemudian, kesepakatan yang diperoleh yakni sangat kuat (Kappa = 1,0000). Begitu pula pada kemampuan citra memberikan informasi klinis efusi pleura, sebanyak 90,0% citra (27 dari 30) memperoleh skor 4. Skor 4 pada parameter ini berarti bahwa fluid level cairan pleura sangat jelas sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan yakin. Serta diperoleh tingkat kesepakatan pada sangat kuat (Kappa = 1,0000).

Evaluasi Cakupan Citra dan Kemampuan Diagnostik Alat Fiksasi

Secara keseluruhan, diperoleh tingkat kesepakatan sebesar 0,9629 yang tergolong kategori kesepakatan sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa alat fiksasi mampu mengoptimalisasi penegakan diagnosis efusi pleura pada radiografi thorax right lateral decubitus.

Referensi

Sirait, F. D., Tarigan, M., & Afriani, D. (2025). Asuhan Keperawatan pada Tn. I dengan Diagnosis Medis Efusi Pleura di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik: Case Report. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 2(1), 127–137. https://doi.org/10.62383/vimed.v2i1.1164

[BACA JUGA: Smart Kitchen Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Meningkatkan Keamanan Dapur Rumah Tangga]

Penulis: Achmad Reza Muntaha

Pembimbing: Aisyah Widayani dan Ghinaa Rihadatul ‘Aisy Farhah

Editor: Aghnia Faizatus Z. (Tim Branding Vokasi)