VOKASI NEWS – Kasus kebocoran gas LPG dan kebakaran masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di lingkungan rumah tangga. Risiko tersebut terutama ditemukan pada area dapur yang menjadi lokasi utama penggunaan gas LPG. Kondisi tersebut mendorong pengembangan sistem keamanan yang mampu mendeteksi potensi bahaya secara dini sekaligus memberikan respons otomatis. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah Smart Kitchen berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi dapur secara real-time.
Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan keamanan pengguna melalui pemantauan suhu dan kebocoran gas LPG secara otomatis. Selain memberikan informasi kondisi dapur, sistem juga dapat mengirimkan notifikasi kepada pengguna serta melakukan tindakan pengamanan ketika terdeteksi kondisi berbahaya.
Mendeteksi Kebocoran Gas dan Suhu Secara Otomatis
Smart Kitchen menggunakan mikrokontroler ESP32 yang dipadukan dengan sensor MQ-6 dan DHT11. Sensor MQ-6 berfungsi mendeteksi konsentrasi gas LPG, sedangkan sensor DHT11 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan di sekitar dapur.
Apabila konsentrasi gas melebihi ambang batas 2.000 ppm atau suhu mencapai lebih dari 40°C, sistem akan mengenali kondisi tersebut sebagai keadaan berbahaya. Selanjutnya, buzzer akan aktif sebagai alarm peringatan sehingga pengguna dapat segera mengetahui adanya potensi bahaya.
Monitoring Real-Time Melalui Website dan Telegram
Keunggulan utama Smart Kitchen terletak pada kemampuan melakukan pemantauan kondisi dapur secara real-time. Data hasil pembacaan sensor dikirim oleh ESP32 ke Firebase Realtime Database, kemudian ditampilkan pada website dashboard yang dapat diakses melalui jaringan internet.
Selain itu, sistem juga terintegrasi dengan aplikasi Telegram. Ketika kondisi bahaya terdeteksi, pengguna akan menerima notifikasi yang berisi informasi suhu, kelembapan, kadar gas LPG, serta status sistem. Dengan demikian, pengguna tetap dapat mengetahui kondisi dapur meskipun sedang berada di luar rumah.
Solenoid Valve Menutup Aliran Gas Secara Otomatis
Tidak hanya memberikan peringatan, Smart Kitchen juga dilengkapi dengan mekanisme pengamanan otomatis. Saat sensor MQ-6 mendeteksi kebocoran gas yang melebihi ambang batas, relay akan mengaktifkan solenoid valve untuk menutup aliran gas secara otomatis.
Mekanisme ini bertujuan mengurangi risiko terjadinya kebakaran atau ledakan akibat kebocoran gas LPG. Sementara itu, apabila bahaya hanya disebabkan oleh suhu tinggi, sistem tetap memberikan alarm dan notifikasi tanpa menutup aliran gas.
Hasil Pengujian Menunjukkan Kinerja Sistem yang Baik
Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja setiap komponen maupun sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki tingkat akurasi sebesar 96,88% pada pengukuran suhu dan 91,99% pada pengukuran kelembapan. Pengiriman data dari ESP32 ke website melalui Firebase berlangsung secara real-time dengan rata-rata waktu 4,69 detik, sedangkan notifikasi Telegram berhasil dikirim pada seluruh skenario pengujian.
Selain itu, sistem juga mampu mengaktifkan buzzer dan menutup aliran gas menggunakan solenoid valve secara otomatis ketika terjadi kebocoran gas LPG. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Smart Kitchen dapat menjalankan fungsi monitoring, peringatan dini, dan pengamanan otomatis sesuai dengan perancangan yang telah dibuat.
Pengembangan Smart Kitchen berbasis Internet of Things ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan keamanan dapur rumah tangga. Melalui integrasi teknologi sensor, website monitoring, notifikasi Telegram, dan mekanisme pemutusan aliran gas secara otomatis, sistem ini mampu membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kebocoran gas LPG. Selain itu, sistem juga dapat meminimalkan potensi kebakaran yang disebabkan oleh peningkatan suhu secara berlebihan.
[BACA JUGA: Pembaruan Formulasi Gel Alternatif Pati Sagu 50% dengan Penambahan Asam Sitrat sebagai Evaluasi Citra USG]
Penulis: Hisyam Nabil Afri
Editor: Aghnia Faizatus Z. (Tim Branding Vokasi)



