Alat Instruksi Suara Tingkatkan Efektivitas Pemeriksaan X-Ray Thorax

VOKASI NEWS – Pemeriksaan X-ray thorax merupakan salah satu prosedur radiologi yang paling sering dilakukan. Pemeriksaan ini membantu dokter mendiagnosis berbagai penyakit pada organ dada, seperti paru-paru dan jantung. Namun, keberhasilan pemeriksaan tidak hanya bergantung pada peralatan radiologi. Pasien juga harus mampu mengikuti instruksi radiografer dengan benar.

Salah satu instruksi penting adalah menarik napas dalam, kemudian menahannya selama beberapa detik. Apabila pasien tidak mengikuti instruksi tersebut, kualitas citra radiografi dapat menurun. Akibatnya, pemeriksaan berpotensi diulang sehingga paparan radiasi kepada pasien ikut meningkat.

Permasalahan ini masih sering ditemukan dalam pelayanan radiologi. Tidak semua pasien dapat memahami instruksi yang diberikan. Kondisi tersebut banyak dijumpai pada pasien lanjut usia, anak-anak, maupun pasien dengan keterbatasan komunikasi. Selain memengaruhi kualitas citra radiografi, kondisi ini juga dapat memperpanjang waktu pemeriksaan. Dengan demikian, efisiensi pelayanan radiologi menjadi berkurang.

Membantu Radiografer dan Pasien

Sebagai solusi, dikembangkan alat bantu instruksi untuk pemeriksaan X-ray thorax posisi berdiri. Alat ini memberikan panduan suara secara otomatis selama pemeriksaan berlangsung. Oleh karena itu, radiografer dapat menyampaikan instruksi secara lebih konsisten. Di sisi lain, pasien juga lebih mudah memahami setiap tahapan pemeriksaan.

Alat tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali sistem. Selain itu, perangkat ini dilengkapi speaker 5 watt, LCD 16×2, push button, baterai 18650 dua sel, serta beberapa modul pendukung lainnya. Sistem bekerja dengan menampilkan informasi pada layar. Selanjutnya, sistem mengeluarkan instruksi suara sesuai bahasa yang dipilih.

Salah satu keunggulan alat ini adalah tersedianya tiga pilihan bahasa. Pilihan tersebut meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Madura, dan Bahasa Inggris. Dengan demikian, komunikasi antara radiografer dan pasien menjadi lebih mudah. Selain itu, pelayanan radiologi dapat berlangsung lebih efektif.

Hasil Pengujian

Hasil uji fungsi menunjukkan bahwa seluruh komponen bekerja sesuai rancangan. Sementara itu, uji efektivitas memperlihatkan bahwa alat mampu membantu radiografer memberikan instruksi secara lebih konsisten. Selain itu, pasien juga lebih mudah memahami prosedur pemeriksaan.

Pemanfaatan alat bantu instruksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan radiologi. Di sisi lain, alat ini juga berpotensi mengurangi pengulangan pemeriksaan akibat kesalahan inspirasi. Akibatnya, waktu pelayanan menjadi lebih efisien. Selain itu, paparan radiasi yang tidak diperlukan juga dapat diminimalkan sehingga keselamatan pasien semakin terjaga.

Pengembangan alat masih dapat dilakukan pada masa mendatang. Misalnya, dengan menambahkan pilihan bahasa lain, sensor otomatis, maupun integrasi Internet of Things (IoT). Dengan demikian, alat ini diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan pelayanan radiologi modern.

[BACA JUGA: Perancangan dan Pemodelan Invers Kinematika pada Robot AGV Berbasis Swerve Drive untuk Pengangkutan Barang]

Penulis: R. Firman Saputra

Pembimbing: Amillia Kartika Sari dan Pramono

Editor: Sinta Rahmah (Tim Branding Vokasi)