VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar edukasi mengenai penggolongan obat bahan alam di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk herbal.
Peserta kegiatan terdiri atas ibu-ibu dan lansia. Kedua kelompok tersebut dipilih karena termasuk pengguna obat herbal yang cukup aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Perbedaan Jamu, OHT, dan Fitofarmaka
Tim mahasiswa menjelaskan perbedaan antara jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Ketiga jenis produk tersebut memiliki tingkat pembuktian ilmiah dan standar keamanan yang berbeda.
Peserta juga diperkenalkan dengan logo resmi pada kemasan produk herbal. Logo tersebut membantu masyarakat mengenali kategori produk yang digunakan.
Selama penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan cara memilih produk herbal yang aman. Peserta juga memperoleh informasi mengenai pentingnya memeriksa izin edar sebelum membeli produk.
Edukasi Penggunaan Herbal yang Aman
Selain membahas klasifikasi produk herbal, tim juga menjelaskan risiko penggunaan obat bahan alam yang tidak tepat. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta ialah penggunaan obat herbal secara bersamaan dengan obat dari dokter.
Firanica Alexandra, salah satu anggota tim edukasi, mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami jenis produk herbal yang dikonsumsi setiap hari.
“Kami ingin masyarakat lebih memahami produk yang mereka konsumsi sehari-hari. Banyak yang rutin minum herbal, tetapi belum mengetahui perbedaan dan tingkat keamanan masing-masing produk,” ujarnya.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan mengenai keamanan konsumsi jamu setiap hari, cara memilih produk herbal yang telah teruji, hingga kemungkinan interaksi antara obat herbal dan obat medis.
Pengetahuan Peserta Meningkat
Tim pelaksana melakukan pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan.
Nilai rata-rata peserta meningkat dari 40,77 sebelum edukasi menjadi 86,92 setelah seluruh materi disampaikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat bahan alam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR berharap masyarakat semakin cermat dalam memilih produk herbal. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung penggunaan obat bahan alam yang aman, tepat, dan rasional.
[BACA JUGA: Satu Obat, Beragam Bentuk: Warga Belajar Sediaan Obat]
Penulis: Firanica Alexandra
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



