VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar edukasi kesehatan mengenai mekanisme kerja obat di Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga sebagai pengelola kesehatan keluarga. Tujuannya ialah meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat yang aman dan rasional.
Ibu memiliki peran penting dalam menentukan obat yang digunakan saat anggota keluarga mengalami keluhan kesehatan. Namun, praktik swamedikasi yang tidak disertai pengetahuan yang memadai dapat meningkatkan risiko medication error. Melalui edukasi ini, peserta diajak memahami perjalanan obat di dalam tubuh serta dampaknya terhadap organ vital.
Memahami Perjalanan Obat di Dalam Tubuh
Tim mahasiswa menjelaskan bahwa obat tidak langsung bekerja setelah dikonsumsi. Obat melewati empat tahapan utama, yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi.
Pada tahap absorpsi, obat diserap ke dalam aliran darah. Selanjutnya, zat aktif didistribusikan menuju organ sasaran. Hati kemudian memetabolisme obat sebelum sisa zat dibuang melalui ginjal bersama urine atau feses.
Pemahaman mengenai proses tersebut membantu masyarakat menggunakan obat sesuai aturan. Cara ini juga dapat mengurangi risiko penggunaan obat yang tidak tepat.
Kenali Dampak Obat terhadap Organ Vital
Selain menjelaskan mekanisme kerja obat, tim juga membahas pengaruh obat terhadap lambung, hati, dan ginjal. Ketiga organ tersebut memiliki peran penting dalam proses pengolahan obat di dalam tubuh.
Beberapa obat pereda nyeri dan antiradang dapat mengiritasi lambung apabila dikonsumsi tanpa makanan. Peserta juga diingatkan agar tidak mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi hati maupun ginjal.
Mahasiswa turut meluruskan beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan masyarakat. Salah satunya ialah menggandakan dosis obat agar cepat sembuh. Peserta juga diingatkan untuk tidak memberikan sisa antibiotik kepada anggota keluarga lain atau menghentikan antibiotik sebelum waktunya.
Terapkan Prinsip DAGUSIBU
Sebagai bagian dari edukasi, peserta diperkenalkan dengan prinsip DAGUSIBU, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.
Peserta diajak membeli obat hanya di fasilitas kefarmasian resmi. Obat juga harus digunakan sesuai dosis dan jadwal yang dianjurkan. Selain itu, obat perlu disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Tim juga menjelaskan cara membuang obat yang sudah tidak digunakan. Tablet sebaiknya dihancurkan terlebih dahulu, sedangkan obat cair perlu diencerkan sebelum dibuang agar tidak disalahgunakan.
Dorong Penggunaan Obat yang Lebih Bijak
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai penggunaan obat sehari-hari, aturan dosis, hingga keamanan swamedikasi di rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR berharap masyarakat semakin memahami cara kerja obat dan dampaknya terhadap tubuh. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu ibu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam penggunaan obat sehingga kesehatan keluarga tetap terjaga.
[BACA JUGA: Banyak Dikonsumsi, Sedikit Dipahami]
Penulis: Arimbi Nursyfa A.P
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



