VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan bagi masyarakat umum. Kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat sediaan padat ini berlangsung pada hari Minggu, tanggal 26 April. Acara sosialisasi medis tersebut dilaksanakan secara terpusat di Balai Desa Randuagung, Kecamatan Gresik, wilayah Kabupaten Gresik. Peserta kegiatan penyuluhan ini berjumlah delapan belas orang, meliputi kelompok ibu-ibu pembinaan kesejahteraan keluarga dan populasi lansia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan secara khusus untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai jenis obat beserta aturan pakainya.
Masyarakat di kawasan pedesaan sering kali mengalami kesulitan dalam mengenali berbagai jenis obat yang berbentuk padat. Bentuk sediaan farmasi modern seperti tablet, kapsul, dan serbuk puyer memiliki karakteristik fisik serta fungsi medis berbeda. Kurangnya literasi kesehatan sering memicu kesalahan cara konsumsi obat yang berpotensi menurunkan tingkat efektivitas proses terapi medis. Tindakan menghancurkan tablet atau membuka cangkang kapsul secara sembarangan dapat merusak sistem pelepasan zat aktif di lambung. Oleh karena itu, edukasi kesehatan secara tatap muka sangat diperlukan guna mencegah risiko komplikasi akibat swamedikasi keliru.
Metode Edukasi Interaktif dan Penggunaan Media Visual
Penyampaian materi edukasi kesehatan dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif yang langsung dipadukan dengan sesi diskusi tanya jawab. Mahasiswa menggunakan alat peraga berupa papan obat edukatif untuk menunjukkan bentuk fisik sediaan farmasi secara nyata. Pendekatan visual komprehensif ini sangat membantu para peserta dalam mengenali letak perbedaan setiap jenis obat secara akurat. Selain papan peraga, panitia pelaksana juga membagikan buku saku berisi panduan ringkas mengenai tata cara penggunaan obat. Media cetak informatif ini dirancang menggunakan bahasa sederhana agar semua informasi medis mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Materi utama penyuluhan sangat berfokus pada pentingnya tingkat kepatuhan pasien terhadap aturan pakai pada label kemasan obat. Doktor Hafna Ilmy Muhalla selaku dosen pengampu sekaligus narasumber utama memberikan penekanan khusus terkait standar keamanan pengobatan. “Ketepatan cara konsumsi sediaan obat sangat menentukan tingkat keberhasilan terapi sekaligus mencegah risiko efek samping yang berbahaya,” ucap Hafna. Peserta edukasi diajarkan langkah dasar membaca label kemasan, mengenali batas tanggal kedaluwarsa, serta panduan cara penyimpanan obat. Informasi medis komprehensif ini menjadi bekal berharga bagi warga pedesaan saat melakukan pertolongan pengobatan di lingkungan keluarga.
Evaluasi Tingkat Pemahaman dan Dampak Keberlanjutan Program
Sebelum sesi pemaparan materi utama dimulai, mahasiswa mengadakan tes awal guna mengukur tingkat pengetahuan dasar peserta. Hasil tes awal memperlihatkan bahwa mayoritas warga desa belum memahami perbedaan fungsi spesifik antara sediaan kapsul dan tablet. Setelah seluruh rangkaian penyuluhan selesai, peserta kembali diberikan tes akhir untuk menilai tingkat penyerapan materi ilmu kesehatan. Berdasarkan hasil pengujian tes akhir, terdapat peningkatan pemahaman peserta secara sangat signifikan terkait tata cara penggunaan obat. Indikator keberhasilan program terlihat jelas dari tingginya kemampuan warga menjawab berbagai pertanyaan studi kasus secara tepat sasaran.
Pelaksanaan program penyuluhan kesehatan masyarakat di Desa Randuagung berjalan sangat lancar berkat dukungan penuh dari seluruh perangkat desa. Antusiasme peserta edukasi terlihat sangat tinggi selama mengikuti rangkaian sesi diskusi mengenai berbagai masalah kesehatan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara nyata membuktikan bahwa metode edukasi visual sangat efektif dalam meningkatkan literasi warga. Pemahaman yang jauh lebih baik mengenai obat sediaan padat diharapkan mampu mewujudkan kemandirian kesehatan secara optimal di pedesaan. Langkah edukasi berkelanjutan harus terus didorong secara konsisten agar angka kesalahan konsumsi produk farmasi dapat ditekan maksimal.
[BACA JUGA: Upaya Peningkatan Pemahaman Ibu terhadap Mekanisme dan Efek Obat pada Organ Tubuh]
Penulis: M Fatkhur Rifai
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)



