VOKASI NEWS – Berjalan atau berdiri mungkin terasa sepele, tapi bagi lansia, dua hal ini butuh keseimbangan yang ekstra kuat. Kalau keseimbangan mulai berkurang, risiko jatuh atau terluka menjadi lebih besar, dan sering kali kita baru sadar saat kejadian. Apalagi, faktor usia memang membuat otot makin lemah dan gerak tubuh tidak selincah dulu. Itulah sebabnya tubuh jadi lebih gampang goyah saat harus berpindah posisi.
Perubahan tersebut juga bikin ‘pusat tumpuan’ badan bergerser. Karena tumpuan tidak lagi berada di tengah, badan jadi terasa lebih berat dan susah dijaga supaya tetap tegak. Hal-hal sederhana seperti bangun dari kursi atau jalan di lantai rumah pun jadi lebih berisiko. Jika kita tidak waspada dengan perubahan ini, bahaya jatuh bisa mengintai kapan saja saat sedang beraktivitas.
Peran Berat Badan terhadap Keseimbangan
Berat badan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh. Kalau badan semakin berat, otomatis beban yang harus ditahan tubuh juga semakin besar. Hal ini bikin otot dan sendi kita jadi kerja lembur supaya posisi tubuh tetap stabil. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa mengubah cara kita berjalan atau bergerak.
Nah, pada lansia, masalahnya ditambah lagi dengan penyebaran berat badan yang berubah. Titik tumpu beban yang bergeser ini bikin posisi berdiri jadi terasa beda dan kurang stabil. Tubuh pun harus berjuang ekstra keras buat menyesuaikan diri supaya tetap stabil. Kalau dibiarkan, kondisi ini bikin lansia jadi gampang goyah dan postur tubuhnya jadi tidak stabil.
Keseimbangan Dipengaruhi Banyak Faktor
Menjaga keseimbangan bukan cuma soal berat badan saja. Terdapat beberapa faktor yang juga memengaruhi keseimbangan. Mulai dari kekuatan otot hingga penglihatan, memiliki peran penting supaya posisi tubuh tetap stabil. Semua bagian tubuh ini harus bekerja sama dengan kompak agar tubuh tetap stabil.
Masalah terjadi ketika indra mulai kurang tajam. Hal tersebut menyebabkan respon tubuh untuk menahan keseimbangan menjadi semakin lambat. Apalagi ketika lansia jarang bergerak, otot-otot akan menjadi lemas dan loyo. Jika otot sudah lemah ditambah lingkungan yang berantakan atau licin, risiko terpeleset atau jatuh akan jadi semakin besar.
Upaya Menjaga Keseimbangan Lansia
Keseimbangan dapat dilatih lewat kebiasaan sehari-hari. Contohnya, mulai rutin jalan kaki sanat bagus untuk menjaga otot tetap kuat. Selain itu, bisa juga mencoba latihan simpel seperti berdiri satu kaki secara bergantian. Semakin sering dilatih, tubuh akan menjadi lebih kokoh dan lebih stabil.
Kemudian, penting juga bagi lansia untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Tubuh yang tidak terlalu berat akan lebih ringan ketika bergerak dan mudah dijaga kestabilannya. Jangan lupa juga untuk rutin cek kesehatan ke dokter, agar jika terdapat masalah bisa cepat diketahui.
Kalau semua sudah dilakukan, risiko jatuh di masa tua juga bisa diantisipasi. Menjaga keseimbangan bukan hanya soal angka di timbangan, tapi juga tentang bagaimana kerja sama seluruh tubuh agar tetap stabil. Saat berat badan bertambah atau penyebarannya tidak merata, otot dan sendi harus bekerja ekstra agar tubuh tetap stabil ketika beraktivitas. Kondisi ini semakin menantang karena faktor usia biasanya membuat otot melemah dan respon tubuh melambat, sehingga risiko jatuh meningkat.
Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk rutin bergerak, melatih keseimbangan, dan menjaga berat badan tetap ideal. Dengan suasana rumah yang aman dan pola hidup sehat, lansia bisa tetap aktif bergerak dengan aman tanpa khawatir mudah terjatuh.
[BACA JUGA: Peran Laboratorium Klinik dalam Diagnosis : Pengalaman Praktik Kerja Lapangan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya]
Penulis: Putri Dhiya Shafa
Pembimbing: Imam Subadi, Endang Srihastuti
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



