VOKASI NEWS – Hasil laboratorium menjadi dasar keputusan medis yang menentukan arah diagnosis dan terapi pasien di rumah sakit. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di Laboratorium RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya pada periode 2 Februari hingga 1 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Adelia Eliza Novitasari, Wanda Hamida, Revita Putri Dwitasari, Adistra Shanda Syahputri, Salwa Rimulya Khairunnisa, dan Karvina Oviana Aprilila.
Kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Ni Nyoman Purwanti dengan pendekatan praktik langsung di setiap unit. Tujuan kegiatan ini adalah memahami bagaimana sampel diproses hingga menjadi hasil pemeriksaan. Hasil tersebut harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan mengenai keterampilan teknis dan sikap profesional dalam menangani pasien.
Setiap pagi, kegiatan dimulai dengan pendampingan petugas laboratorium menuju ruang rawat inap untuk pengambilan darah pasien. Mahasiswa diajarkan teknik flebotomi dan cara berinteraksi langsung dengan pasien. Selain itu, mahasiswa dilibatkan dalam penerimaan sampel hingga penyerahan hasil kepada keluarga pasien. Sehingga mahasiswa memahami bahwa kesalahan kecil pada pra-analitik dapat berdampak besar pada hasil akhir. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa laboratorium tidak hanya berfokus pada alat, tetapi juga pada ketelitian dan tanggung jawab.
Hematologi dan Kimia Klinik
Bidang hematologi mencakup pemeriksaan darah lengkap dan pengukuran kadar HbA1c. Sysmex XN-550 dan Sysmex XN-1000 digunakan untuk pemeriksaan hematologi rutin dengan prinsip impedansi dan flow cytometry. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode Sodium Lauryl Sulfate (SLS), sedangkan hemoglobin terglikasi diperiksa dengan Bio-Rad D-10 berbasis High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Kegiatan juga melibatkan quality control (QC) harian untuk memastikan alat berada dalam kondisi optimal sebelum digunakan.
Pada kimia klinik, pemeriksaan dilakukan menggunakan ARCHITECT plus c4000 dan Mindray BS-240. Prinsip yang digunakan adalah spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Pemeriksaan meliputi fungsi hati seperti aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT), fungsi ginjal seperti ureum dan kreatinin, serta glukosa darah. Elektrolit diperiksa menggunakan metode Ion Selective Electrode (ISE), sedangkan analisis gas darah dilakukan dengan GEM Premier 3500. Setiap pemeriksaan diawali dengan QC dan maintenance harian, sehingga performa alat tetap terjaga.
Imunologi dan Urinalisis
Bidang imunologi melibatkan reaksi antigen dan antibodi untuk mendeteksi zat target di dalam sampel. Sysmex CA-600 digunakan untuk pemeriksaan prothrombin time (PT) dan activated partial thromboplastin time (APTT). iCHROMA II digunakan untuk prostate-specific antigen (PSA), AFIAS untuk D-dimer, procalcitonin, dan carcinoembryonic antigen (CEA), serta Mini Vidas untuk tiroksin (T4) dan feritin berbasis enzyme-linked fluorescent assay (ELFA). Snibe Maglumi X3 digunakan untuk pemeriksaan troponin I dan creatine kinase myocardial band (CK-MB).
Beberapa pemeriksaan yang menggunakan rapid test di antaranya human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B surface antigen (HBsAg), anti-hepatitis A virus (anti-HAV), hepatitis C virus (HCV), dengue imunoglobulin G dan M (IgG/IgM), serta Salmonella IgM. Urinalisis diperiksa menggunakan Sysmex UC-3500 dan Sysmex UF-4000 berbasis flow cytometry. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan ginjal, infeksi saluran kemih, dan lainnya.
Unit Pelayanan Transfusi Darah
Selama di UPTD, mahasiswa diajarkan pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi atau crossmatch. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas antara donor dan resipien untuk mencegah reaksi transfusi. Mahasiswa juga diberikan pemahaman teori terkait golongan darah, penyimpanan darah dan proses distribusi darah.
Mikrobiologi
Bidang mikrobiologi berfokus pada identifikasi mikroorganisme melalui metode kultur dan pewarnaan. Media seperti Blood Agar Plate (BAP) dan MacConkey Agar (MCA) digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Pewarnaan Gram dan Ziehl-Neelsen bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi bakteri. Uji sensitivitas antibiotik dilakukan untuk menentukan terapi yang akan diberikan kepada pasien.
Patologi Anatomi
Pada bidang patologi anatomi, mahasiswa diberikan gambaran perubahan jaringan melalui pemeriksaan histopatologi. Jaringan diproses menggunakan tissue processor, dipotong dengan microtome, dan diwarnai menggunakan pengecatan hematoksilin-eosin. Teknik imunohistokimia digunakan untuk mendeteksi ekspresi protein spesifik. Pemeriksaan ini menjadi dasar dalam diagnosis penyakit kronis dan kanker.
Selain itu, quality control juga menjadi kegiatan rutin di laboratorium. Hasil QC dievaluasi mengggunakan aturan Westgard Rules untuk memastikan hasil masuk dalam batas kemampuan alat. Proses QC dan maintenance harian yang dilakukan sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan. Laboratorium klinik tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga menjadi penentu arah keputusan medis dalam pelayanan kesehatan.
[BACA JUGA: Kepercayaan Audiens Dibangun dari Review Influencer yang Tidak Berlebihan]
Penulis: Adelia Eliza Novitasari – Wanda Hamida – Revita Putri Dwitasari – Adistra Shanda Syahputri – Salwa Rimulya Khairunnisa – Karvina Oviana Aprilila
Pembimbing: Ni Nyoman Purwanti
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



