VOKASI NEWS – Menjadi perwakilan Fakultas Vokasi, Fasya Ineta Putri, seorang mahasiswi D3 Bahasa Inggris. Saat ini berperan sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan melalui program Campus Buddy di Jeonbuk National University. Kegiatan ini mempertemukan 2 mahasiswa internasional dan 2 mahasiswa Korea di setiap kelompoknya untuk bertukar budaya selama satu semester.
Branding Strategis dan Promosi Global
Lingkungan akademis Korea Selatan terkenal kompetitif dan serba cepat, identitas branding Vokasi “Sigap” terbukti berperan dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan dinamika akademik dan sosial yang kompleks. Nilai ini dirasakan oleh Putri saat dirinya terlibat dalam proyek multicultural yang dikerjakan secara berkelompok. Di Jeonbuk National University, kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan komunikasi yang efisien menjadi kunci bagi rekan-rekan internasional.
“Menjadi perwakilan UNAIR di Jeonbuk National University bukan hanya tentang memperkenalkan budaya. Tetapi juga menunjukkan kemampuan beradaptasi, profesionalisme, dan kompetensi global di lingkungan yang memiliki keberagaman latar belakang,” Putri menyampaikan.
Menjembatani Perbedaan Latar Belakang dan Identitas Budaya
Untuk mencapai tujuan utama Campus Buddy Program, setiap kelompok harus menampilkan bentuk interaksi lintas budaya melalui sebuah presentasi. Untuk persiapan presentasi, Putri memanfaatkan latar belakangnya di bidang bahasa Inggris dan komunikasi untuk berperan sebagai perwakilan Universitas Airlangga.
Selain memperkenalkan budaya Indonesia dan potensi pariwisatanya, Putri juga menyoroti bagaimana kebiasaan serta nilai-nilai yang dimiliki mahasiswa UNAIR dapat mendorong perkembangan di kancah internasional. dengan menegaskan motto universitas, Putri berhasil menghubungkan identitas mahasiswa Indonesia dengan komunitas akademik global.
Pengalaman Berharga untuk Masa Depan Akademik yang Berkualitas
Partisipasi Putri dalam kegiatan ini menjadi refleksi bagaimana mobilitas internasional dapat secara signifikan meningkatkan reputasi global Universitas Airlangga. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, tetapi juga memperluas perspektif akademik melalui lingkungan akademik internasional. Dengan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan pendidikan, Putri mengembangkan kemampuan adaptasi yang lebih baik, berpikir kritis, serta keterampilan kolaborasi.
[BACA JUGA: Menuju Kantor Tanpa Kertas: Peran Manajemen Perkantoran Digital]
Penulis: Fasya Ineta Putri
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



