VOKASI UNAIR

Mahasiswa Pengobat Tradisional Berhasil Sabet Perunggu di Ajang Victory National Open Taekwondo Championship 2024

  MAHASISWA PENGOBAT TRADISIONAL BERHASIL SABET PERUNGGU DI AJANG VICTORY NATIONAL OPEN TAEKWONDO CHAMPIONSHIP 2024_Dokumen IStimewa

VOKASI NEWS – Atlet UKM Taekwondo UNAIR Bewaje Pilar Mulia Tanauran Sorenggane berhasil raih medali perunggu dalam event Victory National Open Championship 2024.

Bewaje Pilar merupakan mahasiswa Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi UNAIR. Atlet Taekwondo kelahiran Lombok tersebut berhasil mengikuti seleksi UKM taekwondo tingkat universitas, kemudian berhasil menjadi delegasi sebagai perwakilan UKM Taekwondo UNAIR. Oleh karena itu, selanjutnya Bewaje Pilar mengikuti kejuaraan Taekwondo tingkat nasional mewakili Universitas Airlangga.

Kegiatan kejuaraan nasional taekwondo di diselenggarakan oleh UTI Pro (Universal Taekwondo Indonesia Profesional) pada tanggal 24-25 Februari 2024 di Gor Laga Tangkas Sport, Arcamanik Bandung. Event tersebut diikuti oleh seluruh atlet taekwondo dari penjuru Indonesia. Dengan berbagai klaster bobot badan, Bewaje termasuk dalam U-54Kg Putra dengan jumlah peserta lomba di bobotnya sebanyak 18 orang. Dengan kerja kerasnya, puji tuhan Bewaje Pilar berhasil menjadi pemenang di antaranya.

“Berkat usaha dan kerja keras akan membuahkan hasil yang maksimal juga, sesuatu apapun yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan tercapai. Harapan kedepannya semoga bisa meraih emas di event berikutnya,” ujar Bewaje Pilar.

Olahraga Taekwondo

Perlu diketahui, tidak hanya kali ini saja Bewaje Pilar menjadi juara dunia cabang olahraga Taekwondo. Jenis olahraga ini sudah lama digeluti sejak masa bangku sekolah dasar hingga saat ini. Bagi Bewaje Pilar, Taekwondo sudah menjadi hobinya sejak dini. Dengan ketekunannya dalam latihan, olahraga Taekwondo diharapkan dapat menjadi prestasi jangka panjang bagi Bewaje.

Taekwondo adalah salah satu bela diri asal asia, yaitu korea yang termasuk dari cabang olahraga dalam kompetisi olimpiade. Bagian tangan dan kaki dapat digunakan untuk menghadapi lawan dengan gerakan khasnya adalah kombinasi tendangan. Federasi Taekwondo dunia dibentuk pada tahun 1973, namun olahraga ini pertama kali dipertandingkan sebagai eksebisi pada olimpiade 1988 di Seoul dan akhirnya resmi menjadi olimpiade Sydney 2000.

Berbekal kegigihan dan ketekunan berlatih, menghantarkan Bewaje menjadi pemenang seperti saat ini. Suka duka saat berlatih membuahkan hasil capaian yang luar biasa. Hal tersebut terbukti melalui teman-teman Bewaje yang turut mendukung perjuangannya.

“Saya pernah menemani Bewaje berlatih hingga larut malam dan tak jarang juga mendapati cedera pada tubuhnya,”ujar Zaki, salah satu teman sekelasnya.

BACA JUGA: Dedikasi dan Semangat Mahasiswa Berprestasi Taekwondo, Berjuang untuk Juara!

***

Penulis : Ahmad Ivan Setyono

Editor: Puspa Anggun Pertiwi

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori