Bijak Menggunakan Obat Topikal Berawal dari Pengetahuan

VOKASI NEWS — Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR mengedukasi masyarakat Surabaya mengenai jenis, fungsi, dan cara penggunaan obat topikal untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.

Salep, krim, dan gel merupakan jenis obat topical yang sering digunakan masyarakat. Obat ini dapat membantu mengatasi luka ringan, gatal, ruam, hingga infeksi tertentu. Meski penggunaannya cukup umum, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaannya. Setiap sediaan obat memiliki karakteristik, fungsi, dan cara penggunaan yang berbeda. Kurangnya pemahaman tersebut berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang kurang tepat sehingga manfaat terapi tidak diperoleh secara optimal.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Vokasi UNAIR melaksanakan edukasi penggunaan obat topical. Kegiatan ini berlangsung di Rumdis TNI-AL Wonosari, Kecamatan Kenjeran, Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya. Program tersebut menjadi bagian dari Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan ini dirancang untuk menerapkan ilmu perkuliahan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengenal Jenis dan Fungsi Obat Topikal

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai berbagai jenis sediaan obat topikal. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah mengenal salep, krim, dan gel. Namun, masih banyak peserta yang belum memahami perbedaan fungsi setiap sediaan. Mereka juga belum sepenuhnya mengetahui kondisi yang sesuai untuk masing-masing sediaan.

Materi edukasi disampaikan menggunakan leaflet dan papan edukasi. Media tersebut memuat informasi tentang berbagai jenis sediaan obat setengah padat. Jenisnya meliputi salep, krim, gel, pasta, linimentum, emplastrum, dan sapo medicatus. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Selain menjelaskan pengertian masing-masing sediaan, mahasiswa juga memberikan informasi mengenai karakteristik, kelebihan, serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, salep umumnya digunakan pada kondisi kulit yang kering karena memiliki kandungan minyak lebih tinggi, sedangkan krim lebih nyaman digunakan pada area kulit yang lembap. Gel juga diperkenalkan sebagai sediaan yang memberikan sensasi dingin dan mudah menyerap pada kulit.

Diskusi dan Demonstrasi Penggunaan Obat

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penggunaan obat topikal yang sering mereka temui di rumah maupun saat membeli obat di apotek.

Beberapa peserta menanyakan perbedaan penggunaan salep dan krim, cara mengoleskan obat yang benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat topikal. Pertanyaan lain juga berkaitan dengan penggunaan obat pada luka ringan, iritasi kulit, dan masalah kulit yang sering dialami anggota keluarga.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa memberikan demonstrasi sederhana mengenai langkah-langkah penggunaan obat topikal yang benar. Demonstrasi tersebut mencakup pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan obat, memperhatikan kebersihan area kulit yang akan diobati, serta menggunakan obat sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Melalui demonstrasi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung cara penggunaan obat yang tepat sehingga materi yang diberikan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat

Pada akhir kegiatan, peserta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis, fungsi, dan cara penggunaan obat topikal yang tepat.

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selain melatih kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keperawatan secara langsung di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi mengenai penggunaan obat topikal ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang sesuai dengan indikasi dan aturan pakai. Pemahaman yang baik mengenai obat tidak hanya membantu meningkatkan efektivitas pengobatan, tetapi juga mendukung penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

[BACA JUGA: Jangan Asal Pakai! Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Ungkap Efektivitas Obat Khusus]

Penulis: Fhika Kumaladina Fahrin

Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., M.B.

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)