VOKASI NEWS – Pernahkah merasa bingung saat harus menggunakan alat semprot asma atau merasa takut ketika mendengar kata obat implan? Kenyataannya, masih banyak masyarakat yang keliru atau bahkan mengabaikan petunjuk penggunaan jenis obat tersebut. Minimnya pemahaman dapat menurunkan efektivitas pengobatan dan berisiko memicu efek samping yang tidak diinginkan.
Melihat fenomena tersebut, Kelompok 4 Praktikum GR-2C Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan edukasi kesehatan di Desa Sumari RT 03 RW 01, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menyasar masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja, dewasa, lansia, hingga ibu rumah tangga sebagai pengelola kesehatan keluarga.
Mengenal Sediaan Obat Khusus
Sediaan obat khusus bukan sekadar obat tablet atau sirup biasa. Produk farmasi ini dirancang dengan teknologi tertentu agar zat aktif obat dapat bekerja secara terkontrol, tepat sasaran, atau masuk ke dalam tubuh melalui rute selain saluran pencernaan. Melalui media visual papan obat dan leaflet, Kelompok 4 memperkenalkan tiga jenis sediaan obat khusus yang sering ditemui, tetapi masih kerap disalahpahami masyarakat.
Inhalasi Aerosol (Alat Semprot Pernapasan)
Inhaler, seperti Ventolin Inhaler Salbutamol, merupakan alat bantu pernapasan yang berisi obat semprot. Obat dihirup melalui mulut dan langsung menuju saluran pernapasan. Sediaan ini efektif membantu meredakan gejala asma atau sesak napas secara cepat.
Setelah menggunakan inhaler, pengguna dianjurkan berkumur menggunakan air bersih dan membuang air kumur tersebut. Langkah ini penting untuk membantu mencegah efek samping lokal, seperti infeksi jamur pada mulut.
Transdermal (Patch atau Plester Obat)
Transdermal merupakan metode pemberian obat melalui kulit menggunakan patch atau plester khusus. Metode ini memungkinkan obat diserap ke dalam aliran darah secara perlahan dan konstan dalam jangka waktu tertentu.
Sebelum menempelkan plester, area kulit perlu dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu, plester ditekan selama 10–30 detik agar melekat dengan baik. Selain itu, bentuk plester tidak boleh diubah tanpa anjuran dokter karena dapat memengaruhi dosis obat.
Obat Implan
Obat implan berbentuk batang kecil yang lentur dan ditanam di bawah jaringan kulit, umumnya pada area lengan atas. Sediaan ini berfungsi melepaskan obat secara bertahap dalam jangka panjang, mulai dari beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Salah satu penggunaannya adalah pada program Keluarga Berencana (KB).
Obat implan memiliki kadar yang stabil dan cocok bagi individu yang sering lupa mengonsumsi obat harian. Namun, pemasangan dan pelepasan implan harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Aturan Pakai Tepat, Hasil Maksimal
Melalui slogan “Sesuaikan sediaan, optimalkan penyembuhan!”, kegiatan edukasi di Desa Sumari diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat khusus. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjalani terapi.
Masyarakat diimbau untuk selalu membaca aturan pakai sebelum menggunakan obat. Jika masih merasa bingung, masyarakat dapat berkonsultasi dengan perawat atau apoteker. Dengan penggunaan yang tepat, proses pengobatan dapat berlangsung lebih optimal, efektif, dan aman.
Penulis: Istianah Hanna Setiyono
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



