VOKASI UNAIR

Buat Bangga Vokasi, Abi Rafdy Buktikan Dapat Seimbangkan Ormawa dan Prestasi Akademik Melalui IISMAVO

uat bangga Vokasi, Abi Rafdy buktikan dapat seimbang antara ormawa dan prestasi akademik melalui IISMAVO - NAYYA ILLAHINSYAH SANTOSO

VOKASI NEWS – Perjuangan Abi Rafdy untuk membuktikan bahwa Ormawa dan Akademik dapat berjalan beriringan melalui kesuksesannya pada program IISMAVO 2024.

Tahun ini Fakultas Vokasi UNAIR kembali dibuat bangga oleh para ksatria mudanya, terdapat enam mahasiswa vokasi yang berhasil menjadi awardee IISMAVO Tahun 2024. Salah satunya adalah Abi Rafdy Chaldun mahasiswa program studi D4 Manajemen Perhotelan yang membuat harum nama Fakultas Vokasi UNAIR.  Pada kesempatan kali ini (28/03) kami berhasil mewawancarai Abi Rafdy selaku awardee IISMA yang lolos di Humber College Canada.

Tak ingin melewatkan kesempatan kami pun bertanya kepada sang awardee apa sih IISMAVO itu? Menurut keterangan yang diperoleh dari Abi, IISMA merupakan program pertukaran pelajar atau mahasiswa yang tingkatnya internasional. Program ini adalah pertukaran mahasiswa Indonesia yang di berkesempatan belajar ke luar negeri dalam kurun waktu tertentu. Namun, sifatnya hanya beberapa mahasiswa yang beruntung dan memenuhi persyaratan Kemendikbud Ristek yang berkesemoatan mengikutinya. Program ini berlangsung selama selama satu semester dengan konversi sebanyak 20 SKS.

Penasaran, apa alasannya untuk memilih Humber College Canada? Beliau mengatakan “Sebenarnya tidak ada tujuan spesifik terkait alasannya, namun pribadi saya sendiri itu ingin menjelajah dunia lebih luas aja, jadi kalau ada kesempatan pergi ke luar negeri ya nggak tanggung-tanggung sekalian yang jauh aja di Canada benua Amerika.” Abi Rafdy juga mengungkapkan bahwa “sebenarnya mau  ke Amerika sih, karena mau belajar sambil lihat-lihat destinasi-destinasi yang populer. Sayangnya nggak ada jurusan yang sesuai, karena IISMA Vokasi sendiri harus selinier dengan program studi yang dimiliki mahasiswanya. Dan, Canada juga  menurut saya cocok, karena merupakan negara maju dan penduduknya (Canada) salah satu yang paling teredukasi sedunia. Jadi saya rasa cocok saja, bakal bisa meningkatkan akademik saya kedepannya.”

Hal yang Perlu Dipersiapkan

Terkait persiapan yang dilakukan, Abi sendiri mengaku bahwa persyaratan IISMA memang tidak mudah dan perlu memakan waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan terkait dengan beberapa hal, yakni :

  1. Finansial, sebab keperluan untuk tes ELPT/TOEFL yang tentu saja membutuhkan biaya\
  2. Tes ELPT atau TOEFL
  3. Pengalaman-pengalaman dan Research terhadap IISMA dan kampus tujuan
  4. Niat dan Berdoa

Karena itu yang membuat kita dapat bertahan dan lolos dinyatakan menjadi awardee. Niat dan doa harus dimunculkan karena struggle setelah lolos IISMA masih perlu disiapkan.

Uniknya Abi mengungkapkan bahwa dirinya melakukan persiapan secara mendadak “Kalau saya sendiri itu sejujurnya nggak ada persiapan sama sekali, jadi ketika ada pendaftaran dibuka itu satu minggu setelahnya saya baru memutuskan untuk mendaftar IISMA. Agak beda memang.”

Tak hanya sekedar berbagi pengalaman serta tips dan trik dalam meraih IISMA. Abi Rafdy juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa vokasi yang memiliki niat untuk menjadi awardee IISMAVO.

“Pesannya buat teman teman mahasiswa itu kedepannya jangan minder untuk daftar IISMA, karena menurut penglihatan atau pemahamanku itu banyak mahasiswa yang minder duluan gitu mau daftar IISMA. Tapi kalau misal ada keyakinan, ada niat, dan target yang ingin dicapai pasti segala persyaratan yang memerlukan biaya sebesar apapun itu akan worth it. Intinya niat dulu aja dan keyakinan karena dengan semua itu, kemauan untuk belajar dan konsistensi pasti akan  ada dan jangan lupa selalu stabil dalam memiliki kemauan.”

Pesan Abi Rafdy

Tidak hanya pesan, beliau juga menyampaikan kesan menjadi awardee IISMA. Abi juga menyampaikan harapannya untuk mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR untuk tetap semangat berlatih dan mempersiapkan segala kebutuhan berkas dan kesiapan diri untuk mengikuti seleksi IISMA di tahun selanjutnya.

BACA JUGA : Analisis Nilai Dosis Pasien Pada Teknik Patient-Assisted Compression (PAC) dan Technologist-Controlled Compression (TC) Terhadap Indonesian Diagnostic Reference Level (I-DRL) Mammografi

***

Penulis : Nayya Illahinsyah Santoso

Editor : Maulidatus Solihah

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori