Cegah Kesalahan Penggunaan Obat, Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Berikan Edukasi kepada Masyarakat

VOKASI NEWS – Penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Obat digunakan untuk mengurangi gejala penyakit, mempercepat proses penyembuhan, serta meningkatkan kualitas hidup individu.

Pentingnya Memahami Penggolongan Obat

Namun, tingginya penggunaan obat di masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan pengetahuan yang memadai mengenai penggunaannya. Pengetahuan tersebut mencakup jenis obat, indikasi, aturan penggunaan, maupun efek samping yang dapat ditimbulkan. Kurangnya pemahaman tersebut berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Kondisi ini dapat ditunjukkan melalui konsumsi obat tanpa indikasi yang jelas, penggunaan antibiotik secara sembarangan, ketidaksesuaian dosis, hingga penghentian terapi tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Melihat dari kondisi tersebut, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat berdasarkan dampaknya pada sistem tubuh. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sebagai bentuk implementasi pembelajaran farmakologi sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Edukasi Penggolongan Obat Berdasarkan Sistem Tubuh

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan berbagai golongan obat yang bekerja pada sistem tubuh manusia. Materi yang disampaikan meliputi obat pada sistem pernapasan, kardiovaskular, persarafan, pencernaan, perkemihan, muskuloskeletal, endokrin, integumen, pendengaran, dan penglihatan.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai obat pada sistem imun, terapi kanker, serta obat yang digunakan pada kasus endemik dan pandemik. Selain pengenalan jenis obat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme kerja obat, manfaat terapeutik, potensi efek samping, serta prinsip penggunaan obat yang aman dan rasional.

Mahasiswa menjelaskan bahwa pemahaman mengenai penggolongan obat sangat penting untuk membantu masyarakat menggunakan obat sesuai indikasi medis. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat sehingga dapat meminimalkan risiko medication error maupun penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat usia dewasa hingga lansia yang berdomisili di Desa Semampir. Kelompok dewasa dipilih karena memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat di lingkungan keluarga.

Sementara itu, kelompok lansia termasuk populasi yang memiliki tingkat konsumsi obat relatif tinggi akibat penyakit kronis maupun kondisi degeneratif. Kondisi tersebut membuat lansia lebih rentan mengalami interaksi obat, efek samping, dan kesalahan penggunaan obat. Untuk memudahkan pemahaman peserta, edukasi dilakukan menggunakan metode komunikasi yang sederhana, komunikatif, dan interaktif. Penyampaian materi juga didukung dengan media visual yang membantu peserta memahami informasi kesehatan secara lebih optimal.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Penggunaan Obat

Selain membahas penggolongan obat, mahasiswa juga menjelaskan pentingnya peran perawat dalam pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai risiko penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan profesional.

Dengan pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat untuk dirinya maupun anggota keluarga. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan respon yang positif dan antusias terhadap materi yang disampaikan.

Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam memperhatikan penjelasan, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait penggunaan obat di lingkungan keluarga. Beberapa peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap informasi mengenai aturan konsumsi obat, efek samping obat tertentu, serta penggunaan antibiotik yang benar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat. Edukasi kesehatan yang dilakukan tidak hanya menjadi sarana penerapan kompetensi mahasiswa dalam bidang farmakologi, komunikasi terapeutik, dan promosi kesehatan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan edukasi kesehatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 3 GR-2B yang terdiri atas Adelia Daris, Annisa Syifa, Arimbi Nursyfa, Febi Amelia, Layli Nurhasanah, M. Dzaky Satria, Nadya Ayu, dan Sovi Dwi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pembelajaran farmakologi. Mahasiswa juga berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional. Diharapkan edukasi serupa,dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

[BACA JUGA: Membedah Koreksi Fiskal dalam PPh Badan]

Penulis: Kelompok 3 GR-2B

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)