Dari Laboratorium ke Pelayanan Primer: Evaluasi POCT Hemoglobin untuk Tingkatkan Skrining Anemia

Dari Laboratorium ke Pelayanan Primer: Evaluasi POCT Hemoglobin untuk Tingkatkan Skrining Anemia

VOKASI NEWS – Penelitian mengenai evaluasi alat Point of Care Testing (POCT) Mission Hb menjadi salah satu upaya mendukung pelayanan laboratorium yang cepat dan tetap akurat di fasilitas kesehatan primer. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Plumpang, Kabupaten Tuban, sebagai bagian dari tugas akhir mahasiswa Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medik Universitas Airlangga. Kegiatan berlangsung pada periode Februari hingga Maret 2026 dengan melibatkan pasien yang menjalani pemeriksaan darah lengkap.

Urgensi Evaluasi POCT Mission Hb

Fasilitas kesehatan primer menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk deteksi dini anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin. Pemeriksaan menggunakan hematology analyzer dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi, tetapi membutuhkan fasilitas laboratorium yang memadai. Sebaliknya, POCT Mission Hb menawarkan pemeriksaan yang lebih praktis, cepat, serta dapat digunakan pada pelayanan kesehatan dengan sumber daya terbatas. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya evaluasi kesesuaian hasil kedua metode pemeriksaan.

Sampel dan Metode Pemeriksaan

Sebanyak 50 sampel darah vena digunakan dalam penelitian. Sampel berasal dari sisa pemeriksaan darah lengkap pasien yang memenuhi kriteria penelitian sehingga tidak memerlukan pengambilan darah tambahan. Setiap sampel diperiksa menggunakan hematology analyzer sebagai metode pembanding dan POCT Mission Hb sebagai metode evaluasi. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar operasional laboratorium untuk menjaga mutu hasil pemeriksaan.

Tahapan Penelitian dan Analisis Data

Tahapan penelitian diawali dengan pelaksanaan quality control pada alat POCT Mission Hb sebelum pemeriksaan sampel dilakukan. Setelah alat dinyatakan memenuhi persyaratan, pemeriksaan dilaksanakan menggunakan sampel darah vena dalam tabung EDTA. Hasil pemeriksaan dari kedua metode kemudian dicatat dan dianalisis menggunakan beberapa pendekatan statistik, yaitu Bland–Altman, Passing–Bablok Regression, dan uji Wilcoxon untuk menilai tingkat kesesuaian serta perbedaan hasil pemeriksaan.

Evaluasi Kesesuaian Metode Pemeriksaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa POCT Mission Hb memiliki tingkat kesesuaian yang baik dengan hematology analyzer. Perbedaan hasil pemeriksaan yang diperoleh relatif kecil sehingga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa POCT Mission Hb berpotensi dimanfaatkan sebagai alat skrining kadar hemoglobin di fasilitas kesehatan primer dengan tetap memperhatikan prosedur pengendalian mutu laboratorium.

Kontribusi Penelitian bagi Pelayanan Kesehatan

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi pengembangan penggunaan teknologi diagnostik sederhana di fasilitas kesehatan primer. Selain memberikan pengalaman penelitian lapangan, kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghasilkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Pengembangan metode pemeriksaan yang cepat, praktis, dan memiliki tingkat kesesuaian tinggi diharapkan mampu mendukung deteksi dini anemia sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian serupa juga diharapkan terus berkembang dengan jumlah sampel yang lebih besar serta variasi populasi yang lebih luas guna memperkuat bukti ilmiah pada bidang Teknologi Laboratorium Medik.

[BACA JUGA: Perbandingan Performa Konten Promosi Skincare berbasis Human Presence dan Product Display dalam Meningkatkan Engagement Audiens]

Penulis: Faza Nabilla Argita Putri

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)