Perbandingan Performa Konten Promosi Skincare berbasis Human Presence dan Product Display dalam Meningkatkan Engagement Audiens

Perbandingan Performa Konten Promosi Skincare berbasis Human Presence dan Product Display dalam Meningkatkan Engagement Audiens

VOKASI NEWS – Di era digitalisasi, TikTok telah bertransformasi menjadi salah satu platform pemasaran digital yang efektif. Platform ini mampu menjangkau audiens secara masif melalui format video pendek. Namun, ketatnya kompetisi di industri kosmetik dan skincare menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu merumuskan strategi konten yang interaktif agar mampu menarik dan mempertahankan perhatian audiens. Keberhasilan promosi kini tidak lagi diukur semata-mata dari jumlah penayangan. Keberhasilan tersebut juga ditentukan oleh tingkat keterlibatan audiens, seperti memberikan suka, membagikan konten, dan berinteraksi di kolom komentar.

Permasalahan dan Pengembangan Strategi Konten Pastiori.id

Fenomena ini dialami oleh Pastiori.id, unit bisnis digital milik CV ParadiGma Asia dalam memasarkan produk Kjoel Brightening Day Cream di platform Tiktok. Sebelum dilakukan pengembangan strategi, konten promosi yang dipublikasikan didominasi oleh pendekatan product display. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada visualisasi kemasan, manfaat produk, serta informasi promosi. Meskipun informasi, format yang menonton ini berisiko memicu kejenuhan audiens akibat keterbatasan variasi visual. Guna mengatasi hambatan tersebut, perusahaan mengevaluasi strategi dengan mengintegrasikan pendekatan human presence. Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan figur presenter (talent) agar komunikasi pemasaran terasa lebih personal, interaktif, dan humanis.

Efektivitas Konten dalam Meningkatkan Engagement Rate

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas konten berbasis human presence dan product display dalam meningkatkan engagement audiens. Objek penelitian berupa video promosi Kjoel Brightening Day Cream di akun TikTok Pastiori.id pada periode November hingga Desember 2025. Parameter performa diukur berdasarkan metrik likes, comments, shares, views, serta engagement rate, dengan data retensi penonton sebagai variabel pendukung untuk mengevaluasi kemampuan konten dalam menjaga atensi pemirsa selama video berlangsung.

Hasil Analisis berdasarkan Perbandingan Engagement Konten

Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua format konten menghasilkan tingkat keterlibatan yang baik, namun dengan tingkat performa yang berbeda signifikan. Konten berbasis human presence secara konsisten mencatatkan engagement rate yang lebih unggul dibandingkan product display. Pada November 2025, rata-rata engagement rate untuk konten human presence mencapai 1,99%, sedangkan product display memperoleh 1,39%. Hasil ini berlanjut pada Desember 2025 dengan perolehan human presence sebesar 1,53% dibandingkan product display yang hanya mencapai 1,28%. Data ini menegaskan bahwa kehadiran figur manusia di dalam video mampu membangun koneksi emosional yang lebih dekat, sehingga mendorong audiens untuk memberikan respons aktif berupa likes maupun shares.

Analisis Retensi Penonton sebagai Indikator Atensi

Namun, temuan menarik muncul pada analisis data retensi penonton, di mana kedua pendekatan menunjukkan performa yang relatif setara. Konten human presence mencatatkan rata-rata retensi sebesar 15–16%, sementara product display berada pada rentang 15–17%. Hal ini mengindikasikan bahwa visualisasi produk yang informatif tetap memiliki daya tarik yang kuat untuk mempertahankan perhatian audiens hingga sebagian besar durasi video, meskipun tidak lebih efektif daripada konten human presence dalam memicu keterlibatan aktif. Dengan kata lain, product display masih sangat fungsional sebagai media edukasi produk, sedangkan human presence lebih efektif dalam mendorong interaksi dua arah.

Implikasi Strategi Pemasaran Digital dan Kontribusi terhadap SDGs

Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa efektivitas pemasaran digital di platform Tiktok tidak hanya bertumpu pada visualisasi produk yang ditampilkan, melainkan pada bagaimana pesan tersebut dikomunikasikan. Elemen manusia (human presence) terbukti krusial dalam membangun kepercayaan dan menyajikan informasi secara lebih autentik. Kendati demikian, format product display tetap memegang peran penting dalam mengomunikasikan detail manfaat produk secara lugas kepada calon konsumen.

Sebagai kesimpulan, konten berbasis human presence terbukti lebih efektif dalam mengoptimalkan engagement audiens, sementara product display tetap relevan sebagai pendukung penyampaian informasi produk. Oleh karena itu, kolaborasi yang proporsional antara kedua format ini direkomendasikan sebagai strategi alternatif untuk menciptakan variasi konten yang dinamis sekaligus meningkatkan efektivitas pemasaran skincare di Tiktok. Upaya optimalisasi ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pemanfaatan inovasi teknologi untuk memperkuat keberlanjutan usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif di era digital.

[BACA JUGA: Doom Spending Terbukti Menjadi Faktor Dominan Risiko Kredit Digital Pengguna Paylater]

Penulis: Zanita Ardelia Athira

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)