Edukasi Bahaya Suntikan Ilegal Tingkatkan Kesadaran Generasi Muda

VOKASI NEWS – Penggunaan jarum suntik yang tidak aman masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang serius. Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan jarum suntik berulang dan praktik suntikan ilegal dapat meningkatkan risiko penularan penyakit melalui darah. Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan dilaksanakan bagi kelompok usia 20–25 tahun di Saija Cafe, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya penggunaan jarum suntik yang steril dan aman. Kelompok usia produktif dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki mobilitas yang tinggi. Selain itu, kelompok tersebut lebih mudah terpapar berbagai informasi dan pengaruh lingkungan yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan.

Pentingnya Memahami Bahaya Suntikan Ilegal

Materi yang disampaikan mencakup pengertian suntikan ilegal dan bahaya penggunaan jarum suntik berulang. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai penyakit yang dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dapat menjadi media penularan berbagai penyakit berbahaya. Beberapa penyakit tersebut antara lain HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Tidak hanya itu, penggunaan alat suntik yang tidak sesuai standar juga dapat menyebabkan infeksi kulit, abses, hingga komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Risiko tersebut akan semakin meningkat apabila jarum suntik digunakan secara bergantian. Risiko juga dapat muncul apabila jarum suntik berasal dari sumber yang tidak jelas. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai penggunaan alat suntik yang aman menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), praktik injeksi yang aman merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Selain itu, praktik tersebut juga berperan dalam menjaga keselamatan pasien. Oleh karena itu, setiap tindakan medis yang melibatkan penggunaan jarum suntik harus dilakukan menggunakan alat yang steril dan ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten (WHO, 2024).

Antusiasme Peserta dalam Kegiatan Edukasi

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai keamanan penggunaan alat medis. Selain itu, peserta juga menanyakan cara mengenali praktik suntikan ilegal dan langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan tindakan medis yang tidak sesuai standar.

Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan demikian, kegiatan edukasi tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya memastikan setiap jarum suntik berada dalam kondisi baru dan steril. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari layanan kesehatan yang tidak memiliki izin resmi. Masyarakat juga perlu memastikan bahwa layanan kesehatan yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan medis.

Membangun Perilaku Hidup Sehat

Kegiatan edukasi kesehatan tidak hanya berperan dalam meningkatkan pengetahuan. Namun, kegiatan ini juga membantu membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat. Melalui pemahaman yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat mengenai bahaya suntikan ilegal diharapkan terus meningkat. Pada akhirnya, pengetahuan yang benar dapat menjadi langkah awal dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Dengan demikian, upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap keselamatan bersama.

[BACA JUGA : Pengaruh NPL, BOPO, dan CAR terhadap Profitabilitas Bank KBMI 3–4 di Indonesia Periode 2020-2024]

Penulis:
Jelita Salsabilah Aprilia Putri (005241009)
Reva Eka Nabila (005241028)
Nazwa Amalia Maryono (005241030)

Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla

Editor : Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)