Edukasi Gresik, Cerdas Pakai Obat

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan melalui sosialisasi interaktif tentang penggolongan obat. Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Bunder Asri, Gresik, sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Farmakologi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan sesuai kebutuhan sehari-hari. Selain itu, edukasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan obat.

Mengenal Penggolongan Obat

Materi yang disampaikan mencakup lima golongan obat, yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, serta narkotika dan psikotropika. Peserta memperoleh penjelasan mengenai ciri-ciri setiap golongan obat, cara mendapatkan obat yang benar, aturan penggunaan, serta risiko yang dapat terjadi apabila obat digunakan tanpa mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.

Obat bebas dijelaskan sebagai obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan ringan dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Sementara itu, obat bebas terbatas memerlukan perhatian lebih terhadap peringatan yang tertera pada kemasannya.

Selain itu, peserta juga memperoleh informasi bahwa obat wajib apotek hanya dapat diperoleh setelah berkonsultasi dengan apoteker. Adapun obat keras, narkotika, dan psikotropika memerlukan pengawasan tenaga kesehatan karena memiliki risiko yang lebih besar apabila digunakan secara tidak tepat.

Peran Perawat dalam Penggunaan Obat

Edukasi ini tidak hanya membahas penggolongan obat. Materi juga menjelaskan peran perawat dalam proses pemberian obat kepada pasien.

Peran tersebut meliputi pemberian informasi mengenai obat, memastikan ketepatan dosis, serta mengidentifikasi kemungkinan efek samping yang dapat muncul selama penggunaan obat. Oleh karena itu, peserta dapat memahami pentingnya penggunaan obat yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

Penyampaian materi didukung oleh berbagai media edukasi, seperti poster, brosur, dan papan informasi obat. Media tersebut membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah dan menarik.

Antusiasme Peserta Selama Edukasi

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai penggunaan obat yang benar.

Salah satu peserta menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini.

“Materi yang diberikan sangat berguna dan mudah dipahami. Saya jadi lebih mengetahui perbedaan setiap jenis obat dan lebih berhati-hati saat menggunakan obat untuk keluarga di rumah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menggunakan obat secara lebih bijak untuk mendukung kesehatan keluarga.

[BACA JUGA: Optimalisasi Manajemen Persediaan melalui Pendekatan Economic Order Quantity (EOQ)]

Penulis: Silfia Nur Azizah

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)