VOKASI NEWS – Pengelolaan persediaan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan pelayaran. Ketersediaan material yang tepat dalam jumlah dan waktu yang sesuai berperan besar dalam mendukung kegiatan perawatan armada, khususnya pada proses docking kapal.
PT X sebagai perusahaan armada pelayaran yang berlokasi di Surabaya secara rutin melaksanakan kegiatan docking untuk menjaga kelayakan dan keselamatan armada yang beroperasi pada berbagai rute domestik. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan sistem pengendalian persediaan yang mampu menekan biaya sekaligus menjamin ketersediaan material operasional.
Proses docking melibatkan berbagai pekerjaan teknis, mulai dari perbaikan lambung kapal, pengecatan, hingga pemeliharaan komponen pendukung lainnya. Agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, perusahaan harus memastikan ketersediaan berbagai material consumable docking.
Pentingnya Persediaan Material Consumable Docking
Material consumable docking merupakan bahan habis pakai yang digunakan selama proses perawatan kapal. Beberapa contohnya adalah batu gerinda potong, kuas cat, masker kerja, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Meskipun sering dianggap sebagai kebutuhan operasional biasa, ketersediaan material consumable docking memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran pekerjaan. Ketika material yang dibutuhkan tidak tersedia saat pekerjaan berlangsung, proses docking dapat tertunda hingga material pengganti diperoleh.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan dan berdampak pada jadwal operasional kapal. Sebaliknya, penyediaan material dalam jumlah terlalu besar juga bukan keputusan ideal karena dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Selain itu, dana perusahaan dapat tertahan dalam bentuk persediaan.
Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan material consumable docking pada PT X masih dilakukan berdasarkan estimasi kebutuhan dan pengalaman operasional sebelumnya. Sistem tersebut belum menggunakan metode perhitungan khusus untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelebihan persediaan maupun kekurangan persediaan yang dapat menghambat proses docking kapal.
Pendekatan EOQ dalam Pengelolaan Persediaan
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Economic Order Quantity atau EOQ. Metode EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang paling ekonomis dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Melalui metode ini, perusahaan dapat menentukan jumlah pembelian yang optimal sehingga total biaya persediaan dapat diminimalkan. Penerapan EOQ juga membantu perusahaan menyusun kebijakan pemesanan yang lebih terukur dibandingkan hanya mengandalkan perkiraan atau kebiasaan operasional sebelumnya.
Material consumable docking menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan perawatan kapal karena digunakan secara rutin selama proses docking. Untuk menggambarkan penerapan metode EOQ, analisis difokuskan pada material consumable docking dengan tingkat penggunaan tinggi selama kegiatan docking kapal.
Tingginya tingkat penggunaan material tersebut menuntut perusahaan menerapkan pengelolaan persediaan yang tepat. Dengan begitu, ketersediaan material tetap terjaga dan biaya persediaan dapat dikendalikan secara lebih efisien.
Evaluasi Sistem Pemesanan Material
Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem pemesanan yang diterapkan perusahaan masih dilakukan dalam jumlah relatif kecil dengan frekuensi pemesanan yang cukup sering. Kondisi tersebut menyebabkan biaya pemesanan menjadi lebih tinggi karena perusahaan harus melakukan pengadaan berulang kali dalam satu tahun.
Selain itu, ketidaktepatan jumlah pemesanan juga berpotensi meningkatkan biaya penyimpanan yang harus ditanggung perusahaan. Apabila pemesanan dilakukan tanpa dasar perhitungan yang jelas, perusahaan dapat mengalami ketidakseimbangan antara kebutuhan material dan jumlah persediaan yang tersedia.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih sistematis dalam pengelolaan persediaan. Metode EOQ dapat membantu perusahaan menentukan kapan dan berapa banyak material yang perlu dipesan agar proses operasional tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan biaya berlebih.
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Penerapan metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan yang lebih optimal dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya. Selain mampu mengurangi frekuensi pemesanan, metode EOQ juga dapat menurunkan total biaya persediaan sehingga proses pengadaan material menjadi lebih efisien.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp1.981.376 per tahun dibandingkan metode yang sebelumnya digunakan perusahaan. Penghematan tersebut menunjukkan bahwa perhitungan persediaan yang tepat dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi biaya operasional.
Selain menentukan jumlah pemesanan yang optimal, metode EOQ juga dapat digunakan untuk menetapkan safety stock dan reorder point. Kedua komponen tersebut berfungsi sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian permintaan maupun keterlambatan pengiriman material dari pemasok.
Dengan adanya safety stock dan reorder point, risiko kekurangan persediaan yang dapat mengganggu proses docking kapal dapat diminimalkan. Perusahaan juga dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan material dan efisiensi biaya penyimpanan.
EOQ sebagai Alternatif Pengendalian Persediaan
Penerapan metode EOQ menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan yang terencana mampu memberikan manfaat bagi perusahaan. Manfaat tersebut tidak hanya terlihat dari sisi efisiensi biaya, tetapi juga dari kelancaran operasional.
Pengendalian persediaan yang lebih sistematis membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan modal kerja. Selain itu, informasi dari perhitungan EOQ dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan terkait pengadaan material.
Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga ketersediaan material operasional secara lebih tepat. Oleh karena itu, metode EOQ dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung kelancaran kegiatan docking kapal dan meningkatkan efisiensi manajemen persediaan pada perusahaan pelayaran.
[BACA JUGA: Meningkatkan Akurasi Harga Pokok Produksi pada Perusahaan Manufaktur dengan Metode ABC]
Penulis: Thania Mahmud
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



