Melalui Edukasi Interaktif di Car Free Day, Mahasiswa Keperawatan Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Sediaan Obat Cair

Melalui Edukasi Interaktif di Car Free Day, Mahasiswa Keperawatan Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Sediaan Obat Cair

VOKASI NEWS — Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR menggelar edukasi interaktif di Car Free Day Gresik.

Tim mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi bertema “Edukasi Sediaan Obat Cair kepada Masyarakat Umum di Car Free Day” pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day Jalan Jaksa Agung Suprapto, Tlogobendung, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB.

Mahasiswa Keperawatan UNAIR Gelar Edukasi Obat Cair di Car Free Day

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kelompok 3 di bawah bimbingan Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Farmakologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan dan penyimpanan sediaan obat cair yang tepat.

Pentingnya Pemahaman Penggunaan dan Penyimpanan Obat Cair

Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai cara penggunaan dan penyimpanan sediaan obat cair. Padahal, penggunaan dan penyimpanan obat yang tidak tepat dapat memengaruhi efektivitas obat saat dikonsumsi.

Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat umum, khususnya ibu-ibu yang mengikuti kegiatan Car Free Day. Pemilihan sasaran tersebut didasarkan pada peran ibu yang cukup penting dalam mengelola kesehatan keluarga, termasuk dalam pemberian obat kepada anggota keluarga di rumah.

Pengenalan Jenis Sediaan Obat Cair kepada Masyarakat

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyampaikan materi mengenai berbagai jenis sediaan obat cair, seperti larutan, suspensi, emulsi, guttae, dan injeksi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan alat ukur khusus agar dosis obat yang dikonsumsi sesuai dengan anjuran.

Mahasiswa turut menjelaskan cara penyimpanan obat cair yang benar, seperti menyimpan obat pada suhu ruang, menghindari paparan panas berlebih, serta tidak meletakkan obat di tempat yang lembap. Materi tersebut disampaikan agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat cair sehari-hari.

Ceramah Interaktif dan Demonstrasi sebagai Metode Edukasi

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif dan demonstrasi. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung contoh penggunaan alat ukur dan cara membaca informasi pada kemasan obat.

Untuk mendukung penyampaian materi, kelompok juga menggunakan media edukasi visual berbasis digital, papan obat, leaflet, serta e-book. Penggunaan media tersebut bertujuan agar informasi yang diberikan lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai usia.

Penggunaan Pre-Test dan Post-Test untuk Mengukur Pemahaman Peserta

Sebagai alat ukur untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta, kelompok memberikan pre-test sebelum penyampaian materi. Setelah edukasi selesai, peserta diminta mengerjakan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Metode ini digunakan untuk menilai efektivitas edukasi secara lebih objektif. Dengan adanya pre-test dan post-test, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana peserta memahami informasi mengenai penggunaan dan penyimpanan sediaan obat cair setelah mengikuti kegiatan edukasi.

Antusiasme Masyarakat dalam Sesi Edukasi

Peserta edukasi tampak antusias mengikuti alur kegiatan. Hal ini terlihat dari perhatian peserta selama pemaparan materi serta banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada mahasiswa.

Salah satu peserta, Ibu Hani, menanyakan mengenai cara penyimpanan obat cair. “Jadi obat cair itu tidak boleh dimasukkan kulkas, ya, Mbak?” ujar Ibu Hani.

Menanggapi pertanyaan tersebut, kelompok menjelaskan bahwa tidak semua obat cair perlu disimpan di dalam kulkas. Secara umum, obat cair sebaiknya disimpan pada suhu ruang, kecuali terdapat petunjuk khusus pada kemasan atau anjuran dari tenaga kesehatan. Obat juga perlu dijauhkan dari tempat yang terlalu panas, terlalu dingin, lembap, serta dari paparan sinar matahari langsung.

Edukasi Obat Cair sebagai Upaya Penggunaan Obat yang Aman

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih memahami cara penggunaan dan penyimpanan obat cair secara tepat. Pemahaman tersebut penting agar obat dapat bekerja secara optimal dan risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan.

Kegiatan edukasi kesehatan seperti ini menjadi salah satu langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan bijak. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, serta penerapan ilmu farmakologi secara langsung di lingkungan masyarakat.

[BACA JUGA: Kompetensi Teknis dan Komunikasi Pelayanan Laboratorium Mahasiswa UNAIR di RSUD Jombang]

Penulis: Sovi Dwi Azzahra

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)