Edukasi Obat Setengah Padat: Mahasiswa Vokasi UNAIR Tingkatkan Kesadaran Warga Babatan

Edukasi Obat Setengah Padat Mahasiswa Vokasi UNAIR Tingkatkan Kesadaran Warga Babatan - allyea khaerunissa

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi warga Babatan tentang penggunaan sediaan obat setengah padat dan menyediakan cek tekanan darah gratis.

Mahasiswa Keperawatan UNAIR Gelar Edukasi di Babatan

Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Airlangga Kampus Gresik melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bersama warga yang mengikuti kegiatan arisan di Jl. Babatan Pilang Raya No. 2, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas bimbingan Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B. Adapun mahasiswa yang terlibat yaitu Rizal Putut Adi Prasetyo, Adistiar Rahma Salsabila, Cahya Amalia Priandhini, Anggun Putri Rahayu, Allyea Khaerunissa, Shinta Oktavia Aila Ramadhani, Sena Satria Nusantara, dan Belvalinda Wahidah Aprilyta.

Edukasi obat setengah padat bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis, fungsi, dan cara penggunaan sediaan obat setengah padat. Selain memperoleh materi edukasi, masyarakat setempat juga mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis.

Mengukur Pengetahuan Awal Peserta melalui Pre-Test

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai sediaan obat setengah padat. Pertanyaan yang diberikan mencakup berbagai jenis obat yang umum digunakan pada kulit, seperti salep, krim, gel, dan pasta.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian peserta masih mengalami kesulitan dalam membedakan karakteristik setiap sediaan. Selain itu, beberapa peserta juga belum sepenuhnya memahami cara penggunaan obat setengah padat secara tepat.

Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini menjadi penting untuk membantu masyarakat memahami perbedaan bentuk sediaan obat. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menggunakan obat secara lebih aman dan sesuai kebutuhan.

Edukasi tentang Sediaan Obat Setengah Padat

Setelah pelaksanaan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan papan obat dan leaflet sebagai media pendukung edukasi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi secara langsung mengenai informasi yang diberikan.

Materi menjelaskan bahwa sediaan obat setengah padat merupakan bentuk sediaan yang digunakan pada permukaan tubuh, khususnya kulit dan membran mukosa tertentu. Karakteristiknya yang berada di antara bentuk cair dan padat membuat sediaan ini mudah diaplikasikan pada area tubuh yang membutuhkan pengobatan.

Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa obat setengah padat tidak dapat digunakan secara sembarangan. Setiap jenis sediaan memiliki fungsi dan cara penggunaan yang perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Pengenalan Jenis Salep, Krim, Gel, dan Pasta

Jenis sediaan yang diperkenalkan dalam kegiatan ini meliputi salep, krim, gel, dan pasta. Salep dikenal memiliki sifat yang mampu menjaga kelembapan kulit sekaligus membantu proses penyembuhan luka.

Sementara itu, krim memiliki tekstur yang lebih ringan sehingga lebih mudah meresap ke dalam kulit. Gel memberikan sensasi sejuk ketika digunakan dan sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan peradangan ringan.

Selain itu, pasta mengandung bahan padat dalam jumlah lebih tinggi sehingga berfungsi sebagai pelindung kulit dari berbagai iritasi. Dengan memahami perbedaan tersebut, peserta diharapkan lebih tepat dalam memilih dan menggunakan obat sesuai kondisi yang dialami.

Pentingnya Penggunaan Obat Sesuai Petunjuk

Selain menjelaskan perbedaan karakteristik setiap sediaan, materi juga menekankan pentingnya penggunaan obat sesuai petunjuk. Peserta memperoleh informasi mengenai teknik pengolesan obat yang benar agar manfaat terapi dapat diperoleh secara optimal.

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi, terutama ketika obat digunakan pada area kulit tertentu.

Selain itu, peserta juga diajak untuk selalu membaca aturan pakai yang tercantum pada kemasan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan keamanan terapi di rumah.

Antusiasme Peserta dalam Diskusi

Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan komunikatif. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta aktif bertanya selama sesi diskusi berlangsung.

Tingginya minat peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Topik yang dibahas meliputi perbedaan penggunaan salep dan krim, cara penyimpanan obat yang benar, hingga penggunaan obat kulit pada anak yang mengalami luka ringan.

Diskusi yang berlangsung secara aktif membantu peserta memahami penerapan penggunaan sediaan obat setengah padat dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperoleh informasi baru, peserta juga berkesempatan berbagi pengalaman mengenai penggunaan obat di lingkungan keluarga.

Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis

Selain kegiatan edukasi, peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah secara gratis menggunakan tensimeter digital. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi tekanan darah sebagai langkah deteksi dini terhadap risiko hipertensi maupun penyakit kardiovaskular lainnya.

Layanan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Peserta merasa terbantu karena dapat memantau kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga tekanan darah dalam rentang normal.

Melalui layanan ini, kegiatan penyuluhan tidak hanya berfokus pada edukasi obat, tetapi juga mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan secara umum.

Evaluasi melalui Post-Test

Pada akhir kegiatan, peserta diminta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai jenis, fungsi, serta cara penggunaan sediaan obat setengah padat. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan mampu menambah wawasan masyarakat.

Dengan adanya pre-test dan post-test, kegiatan edukasi dapat dinilai secara lebih terukur. Selain itu, hasil evaluasi juga menjadi gambaran bahwa penyampaian materi secara interaktif dapat membantu peserta memahami informasi dengan lebih baik.

Harapan Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami penggunaan obat secara tepat, aman, dan rasional. Pengetahuan mengenai sediaan obat setengah padat dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam menggunakan obat untuk kebutuhan sehari-hari.

Edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih mandiri dan peduli terhadap kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan obat secara lebih tepat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.

Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu keperawatan secara langsung kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan sekitar.

[BACA JUGA: Penyuluhan Obat Setengah Padat di Bojonegoro]

Penulis: Kelompok 2 Farmakologi Praktikum | GR-2

Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B.

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)