VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat dan penggunaan obat yang aman di Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada 5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis obat serta pentingnya penggunaan obat secara rasional.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Susilo Harianto dan diikuti oleh warga setempat yang antusias memperoleh informasi kesehatan. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak memahami berbagai golongan obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat.
Edukasi Interaktif dengan Media Audiovisual
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menyampaikan edukasi menggunakan media audiovisual, papan penggolongan obat, serta leaflet yang dapat dibawa pulang oleh peserta. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan contoh fisik beberapa jenis obat yang umum ditemukan di pasaran.
Penggunaan media audiovisual dipilih karena mampu membantu masyarakat memahami informasi kesehatan secara lebih efektif. Menurut Putri dan Handayani (2023), media audiovisual dapat meningkatkan pemahaman masyarakat karena melibatkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan.
Melalui pendekatan tersebut, suasana edukasi berlangsung lebih interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dapat melihat secara langsung contoh golongan obat yang dijelaskan oleh mahasiswa.
Mengenal Berbagai Golongan Obat
Pada sesi utama, mahasiswa menjelaskan lima golongan obat yang umum digunakan masyarakat. Pertama, obat bebas yang ditandai dengan logo lingkaran hijau dan dapat digunakan untuk mengatasi keluhan ringan sesuai aturan pakai. Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan obat bebas terbatas yang memiliki logo lingkaran biru serta disertai peringatan khusus pada kemasannya.
Selain itu, mahasiswa menjelaskan golongan obat keras yang ditandai dengan logo lingkaran merah dan huruf “K”. Obat golongan ini hanya boleh digunakan berdasarkan resep tenaga kesehatan karena memiliki risiko efek samping yang lebih tinggi apabila digunakan secara tidak tepat.
Materi juga membahas golongan psikotropika dan narkotika yang memerlukan pengawasan ketat. Peserta memperoleh informasi mengenai potensi risiko penyalahgunaan serta pentingnya penggunaan obat sesuai indikasi medis yang telah ditentukan.
Antusiasme Warga dalam Sesi Diskusi
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, terutama mengenai penyimpanan obat di rumah dan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka.
Mahasiswa menjelaskan bahwa obat sirup nonantibiotik umumnya masih dapat digunakan selama penyimpanan sesuai petunjuk dan belum melewati tanggal kedaluwarsa. Namun, sirup antibiotik yang telah dicampur air memiliki masa penggunaan yang lebih singkat, yaitu sekitar 7–14 hari.
Sementara itu, obat tetes mata dianjurkan digunakan maksimal 28 hari setelah kemasan dibuka karena berisiko mengalami kontaminasi apabila digunakan terlalu lama. Informasi tersebut menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta karena berkaitan langsung dengan praktik penggunaan obat sehari-hari.
Meningkatkan Kesadaran Penggunaan Obat yang Aman
Kegiatan edukasi ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat dalam memahami penggolongan obat dan pentingnya penggunaan obat secara rasional. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih menjadi kebutuhan penting di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan sehingga kesehatan keluarga dapat terjaga dengan lebih baik.
Penulis : Kelompok 2 Farmakologi Praktikum | GR-2B
Pembimbing : Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



