VOKASI NEWS – Ketika sakit, sebagian besar masyarakat biasanya langsung teringat pada obat tablet, kapsul, atau sirup. Padahal, perkembangan dunia kesehatan telah menghadirkan berbagai bentuk sediaan obat lain yang dirancang untuk memberikan manfaat terapi secara lebih spesifik dan efektif.
Mulai dari inhaler untuk gangguan pernapasan, patch yang ditempel pada kulit, hingga implan yang bekerja dalam jangka panjang, semuanya kini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan modern.
Namun demikian, kemajuan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Tidak sedikit warga yang masih merasa asing ketika menerima obat dalam bentuk selain obat minum. Selain itu, kesalahan penggunaan sediaan obat khusus masih sering ditemukan karena kurangnya informasi mengenai cara penggunaan yang benar.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan tersebut ditujukan bagi masyarakat Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis sediaan obat khusus. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang tepat dan aman.
Ketika Obat Tidak Lagi Berbentuk Pil
Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai inhaler aerosol atau metered dose inhaler (MDI). Bagi sebagian warga, alat tersebut identik dengan pasien asma.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa penggunaan inhaler memerlukan teknik khusus. Dengan teknik yang tepat, obat dapat mencapai paru-paru secara optimal dan memberikan efek terapi yang maksimal.
Selain inhaler, mahasiswa juga memperkenalkan patch transdermal. Sediaan obat ini ditempelkan pada kulit dan bekerja dengan melepaskan zat aktif secara perlahan ke dalam tubuh.
Bentuk sediaan tersebut dinilai praktis karena dapat membantu menjaga kadar obat tetap stabil. Dengan demikian, pasien tidak perlu mengonsumsi obat berulang kali dalam sehari.
Peserta juga diajak mengenal implan yang digunakan untuk terapi jangka panjang. Melalui penjelasan yang sederhana, mahasiswa menerangkan bahwa pemasangan maupun pelepasan implan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Hal tersebut penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi.
Banyak Dikenal, Namun Belum Banyak Dipahami
Tidak hanya mengenalkan bentuk sediaan obat, mahasiswa juga menjelaskan alasan suatu obat dibuat dalam bentuk tertentu. Setiap sediaan memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan pasien serta jenis penyakit yang ditangani.
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta mengaku baru mengetahui bahwa obat tidak selalu harus diminum untuk dapat bekerja di dalam tubuh. Sementara itu, peserta lainnya mengungkapkan rasa penasaran mengenai cara penyimpanan dan penggunaan berbagai sediaan obat yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggunaan obat masih menjadi kebutuhan penting di tengah masyarakat. Selain itu, banyaknya pertanyaan yang diajukan menjadi bukti bahwa masyarakat ingin memperoleh informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami.
Mendorong Penggunaan Obat yang Lebih Bijak
Selain mengenalkan berbagai sediaan obat khusus, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar).
Prinsip tersebut merupakan langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat menghindari kesalahan penggunaan obat. Di sisi lain, penerapan DAGUSIBU juga dapat meningkatkan keamanan terapi di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR berharap masyarakat Desa Sumari semakin memahami bahwa keberhasilan pengobatan tidak hanya ditentukan oleh jenis obat yang digunakan.
Sebaliknya, ketepatan penggunaan dan pengelolaan obat juga memiliki peran yang sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pengguna obat yang lebih cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan keluarga.
[BACA JUGA: Cerdas Dalam Memilih Obat Herbal; Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR Gelar Edukasi Kesehatan di Duduksampeyan]
Penulis (Kelompok 4 Farmakologi 2C D3 Keperawatan Vokasi UNAIR): Mulia Ayu Yuliyanti, Safirah Anggraini Shevputri, Dyah Ayu Pratiwi, Afrista Syahrina Salsabilah, Agustinya Rey Sahana, Firanica Alexandra, Istianah Hanna Setiyono, Jefri Ferdiansyah.
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



