VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis kepada ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai golongan obat serta penggunaannya yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi diberikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan indikasi berbagai jenis obat, sehingga berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi maupun menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Pengenalan Berbagai Golongan Obat dan Fungsinya
Materi yang disampaikan mencakup berbagai golongan obat berdasarkan indikasi klinis. Materi tersebut meliputi obat sistem saraf otonom, analgetik non-narkotika, analgetik narkotika, antipiretik, antihistamin, kortikosteroid, antibiotik, antimikroba, antijamur, antivirus, antiparasit, antasida, diuretika, hormonal dan antagonis, hingga obat antikanker dan kemoterapi.
Penyampaian materi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Untuk mendukung proses pembelajaran, tim menggunakan media edukasi berupa leaflet dan papan obat. Media tersebut membantu peserta memahami jenis, fungsi, serta contoh penggunaan berbagai golongan obat secara lebih mudah.
Peningkatan Pengetahuan Peserta Melalui Edukasi
Sebelum kegiatan dimulai, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait penggolongan obat. Setelah seluruh materi disampaikan, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas edukasi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh materi yang diberikan.
Pada materi obat otonom, persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 16,7 persen menjadi 100 persen. Peningkatan serupa juga terlihat pada materi antipiretik, bronkodilator, antibiotik, antimikroba, diuretika, serta hormonal dan antagonis. Setelah mengikuti edukasi, seluruh peserta pada materi tersebut mencapai kategori pengetahuan baik.
Antusiasme Peserta dan Upaya Meningkatkan Literasi Kesehatan
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan rasional. Melalui pemahaman yang baik mengenai fungsi serta indikasi penggunaan obat, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam penggunaan obat di lingkungan keluarga.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan pada sesi diskusi, terutama mengenai penggunaan antibiotik, obat batuk, obat alergi, dan obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan keluarga.
Selain meningkatkan pengetahuan peserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Pengalaman tersebut diperoleh melalui penerapan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan obat sesuai indikasi klinis. Dengan demikian, penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari dapat semakin terwujud.
[BACA JUGA: Edukasi Obat Padat Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Randuagung]
Penulis: Nayla Ahadina Iskandar
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



