VOKASI NEWS – Masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh obat oles memiliki fungsi yang sama. Padahal, setiap sediaan obat topikal memiliki karakteristik, manfaat, dan cara penggunaan yang berbeda. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai sediaan obat setengah padat kepada peserta arisan dan warga sekitar di Jl. Babatan Pilang Raya No. 2, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, lansia, dan masyarakat sekitar. Meski dilaksanakan pada malam hari, suasana tetap hangat dan penuh semangat. Sebelum penyampaian materi, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada peserta sebagai bentuk skrining kesehatan sederhana. Kegiatan tersebut mendapat sambutan yang hangat dari para peserta yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Mengenal Jenis dan Karakteristik Sediaan Obat Setengah Padat
Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah mengenai sediaan obat setengah padat yang meliputi salep, krim, gel, dan pasta. Mahasiswa menjelaskan bahwa salep memiliki tekstur lebih berminyak dan cocok digunakan pada kulit yang kering karena mampu mempertahankan kelembapan lebih lama. Krim memiliki tekstur yang lebih ringan sehingga nyaman digunakan pada berbagai kondisi kulit. Sementara itu, gel memberikan sensasi dingin dan mudah meresap ke kulit, sedangkan pasta memiliki konsistensi yang lebih kental dan umumnya digunakan pada area kulit yang memerlukan perlindungan tambahan.
Untuk mempermudah pemahaman peserta, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi juga membawa contoh fisik berbagai jenis sediaan obat tersebut. Ibu-ibu arisan tampak sangat senang selama kegiatan berlangsung. Mereka dapat melihat, menyentuh, dan merasakan langsung perbedaan tekstur antara salep, krim, gel, maupun pasta. Metode demonstrasi fisik ini berhasil memecahkan kebingungan masyarakat yang selama ini menganggap semua obat oles itu sama.
Diskusi Interaktif tentang Penggunaan Obat Topikal
Kegiatan berlangsung secara sangat interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme yang tinggi membuat suasana arisan malam itu hidup hingga tak terasa waktu beranjak larut. Para peserta aktif berkonsultasi mengenai penggunaan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu momen menarik terjadi ketika beberapa ibu mengajukan pertanyaan secara spesifik mengenai jenis sediaan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan gatal-gatal pada kulit. Pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap materi yang disampaikan. Melalui diskusi dua arah ini, mahasiswa memberikan pemahaman bahwa pemilihan sediaan obat harus disesuaikan dengan kondisi luka atau kulit, bukan hanya berdasarkan merek obatnya saja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Diharapkan edukasi ini dapat membantu masyarakat memahami penggunaan obat yang tepat. Dengan demikian, pengobatan di lingkungan keluarga dapat menjadi lebih aman, efektif, dan sesuai kebutuhan.
[BACA JUGA: Edukasi Penggolongan Obat Tingkatkan Literasi Kesehatan Ibu PKK di Gresik]
Penulis: Cahya Amalia Priandhini
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



