Edukasi Sediaan Obat Cair Guna Tingkatkan Pemahaman pada Ibu Rumah Tangga di Desa Hulaan

VOKASI NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggunaan sediaan obat cair kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Hulaan RT 018/RW 007, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at 1 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat cair yang aman, tepat, dan rasional.

Sediaan obat cair merupakan salah satu bentuk obat yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk anak-anak dan lansia. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penggunaan dan penyimpanan obat cair yang benar. Kesalahan dalam mengukur dosis, penggunaan alat takar yang tidak sesuai, maupun penyimpanan obat yang kurang tepat dapat memengaruhi efektivitas pengobatan dan meningkatkan risiko efek samping.

Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan Sediaan Obat Cair

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa menyelenggarakan kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis sediaan obat cair seperti sirup, suspensi, emulsi, dan eliksir, serta cara penggunaan dan penyimpanannya yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, tim menggunakan berbagai media edukasi, seperti leaflet, papan obat, dan video edukasi. Melalui media tersebut, peserta dapat melihat secara langsung contoh-contoh sediaan obat cair yang sering digunakan di lingkungan keluarga. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya mengocok obat suspensi sebelum digunakan, cara mengukur dosis menggunakan alat takar yang tepat, serta cara mengenali tanda-tanda kerusakan pada obat cair.

Diskusi Interaktif dan Peningkatan Pemahaman Peserta

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain mengikuti penyampaian materi, para ibu rumah tangga juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari prosedur penyimpanan obat batuk, masa simpan obat puyer, juga Period After Open suatu obat.

Suasana diskusi yang interaktif membangkitkan lingkungan menjadi lebih dekat dan hangat. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, peserta diberikan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 43,33 pada pre-test menjadi 82,78 pada post-test. Peningkatan sebesar 39,45 poin tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan sediaan obat cair.

Mendorong Literasi Kesehatan melalui Edukasi Berkelanjutan

Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih menjadi salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menggunakan obat secara tepat sehingga dapat mendukung keberhasilan terapi dan mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat. Melalui edukasi yang konsisten, penggunaan obat yang aman dan rasional dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan komunitas. Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat, upaya peningkatan literasi kesehatan di tingkat keluarga diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

[BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Airlangga Tingkatkan Edukasi mengenai Penggolongan Obat dan Penggunaan Obat Rasional pada Remaja]

Penulis: Niranthy Zahra Celiathirza Putri

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)