VOKASI NEWS – PT Mitra Intertrans Forwarding merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding. Layanannya mencakup pengangkutan barang ekspor dan impor melalui jalur darat, laut, maupun udara. Aktivitas bisnis tersebut menghasilkan piutang usaha dalam jumlah besar karena sebagian pelanggan melakukan pembayaran secara kredit setelah jasa pengiriman selesai dilaksanakan.
Kondisi tersebut menuntut perusahaan memiliki sistem akuntansi penagihan piutang yang tertata dengan baik. Dengan demikian, arus kas perusahaan tetap terjaga dan risiko piutang tidak tertagih dapat ditekan seminimal mungkin.
Peran Sistem Akuntansi Piutang bagi Perusahaan Forwarding
Sistem akuntansi piutang berfungsi mencatat, mengelola, dan memantau seluruh transaksi penjualan kredit sejak invoice diterbitkan hingga pembayaran diterima secara penuh. Sistem tersebut dirancang untuk menghasilkan informasi yang akurat mengenai jumlah piutang, umur piutang, serta status pembayaran setiap pelanggan (Mulyadi, 2016).
Informasi tersebut menjadi dasar bagi manajemen dalam menetapkan kebijakan kredit. Selain itu, informasi tersebut membantu perusahaan menentukan strategi penagihan yang tepat bagi setiap pelanggan. Pada praktiknya, invoice, bukti pengiriman, faktur pajak, dan bukti penerimaan kas merupakan dokumen yang saling berkaitan dalam siklus penagihan piutang. Ketepatan pencatatan seluruh dokumen tersebut berpengaruh langsung terhadap keakuratan laporan piutang perusahaan.
Prosedur Penagihan Piutang di PT Mitra Intertrans Forwarding
Prosedur penagihan piutang dimulai ketika bagian operasional menyelesaikan layanan pengiriman barang sesuai jadwal yang telah disepakati. Selanjutnya, bagian keuangan menerbitkan invoice berdasarkan data pengiriman. Invoice kemudian dikirim kepada pelanggan melalui staf penagihan maupun surat elektronik resmi perusahaan. Proses tersebut dilakukan sesuai jadwal penagihan yang telah disepakati dengan masing-masing pelanggan.
Ketika jatuh tempo pembayaran tiba, staf penagihan melakukan konfirmasi kepada pelanggan mengenai status invoice yang belum dibayarkan. Berdasarkan hasil wawancara internal tahun 2024, salah satu staf bagian keuangan menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran sering terjadi karena proses verifikasi internal pada pihak pelanggan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, faktor eksternal turut memengaruhi efektivitas penagihan piutang perusahaan pada setiap periode.
Evaluasi dan Rekomendasi Perbaikan
Evaluasi terhadap sistem yang berjalan menunjukkan beberapa catatan. Salah satunya ialah belum optimalnya pemisahan tugas antara bagian pencatatan piutang dan bagian penagihan di lapangan. Selain itu, laporan umur piutang belum disusun secara berkala. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi piutang yang berisiko tidak tertagih.
Perbaikan yang dapat dilakukan meliputi penerapan sistem pencatatan berbasis aplikasi terintegrasi, penyusunan laporan umur piutang secara rutin, serta penegasan pemisahan tugas sesuai prinsip pengendalian internal (Mulyadi, 2016). Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penagihan piutang sekaligus menjaga kesehatan arus kas PT Mitra Intertrans Forwarding secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, sistem akuntansi penagihan piutang memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan usaha perusahaan jasa forwarding. Oleh sebab itu, penerapan prosedur yang konsisten dan didukung pengendalian internal yang memadai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan piutang usaha di masa mendatang.
[BACA JUGA: Bukan Cuma untuk Penderita Diabetes, Ini Alasan Semua Orang Wajib Melakukan Cek Glukosa Darah]
***
Penulis: Aurellia Nydia Damayanti
Pembimbing: Wahyu Firmandani, S.A., M.Ak., CPMA., CAPF
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



