Pengembangan Alat Fiksasi Adjustable untuk Menunjang Pemeriksaan Radiografi Ankle Stress View

Alat fiksasi adjustable untuk pemeriksaan radiografi ankle stress view

VOKASI NEWS – Pemeriksaan radiografi ankle stress view merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk mengevaluasi stabilitas ligamen pada sendi pergelangan kaki. Berbeda dengan radiografi ankle rutin, pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan gaya stres berupa posisi inversi atau eversi. Dengan cara tersebut, kelonggaran ligamen akibat cedera dapat terlihat lebih jelas (Lampignano & Kendrick, 2018).

Pelaksanaan pemeriksaan ini sering menjadi tantangan bagi radiografer. Pasien dengan cedera ligamen umumnya merasakan nyeri dan memiliki keterbatasan gerak. Akibatnya, pasien kesulitan mempertahankan posisi kaki sesuai prosedur sehingga hasil posisi inversi maupun eversi kurang optimal dan dapat memengaruhi kualitas citra radiografi.

Tantangan Pemeriksaan Ankle Stress View

Dalam praktik klinis, terdapat beberapa metode untuk menghasilkan posisi ankle stress view. Pasien dapat menarik strap secara mandiri, radiografer dapat meminta bantuan keluarga pasien, atau menggunakan alat bantu fiksasi. Namun, setiap metode memiliki keterbatasan.

Pasien belum tentu mampu memberikan gaya tarik secara maksimal karena nyeri. Di sisi lain, bantuan keluarga masih bergantung pada kemampuan individu dalam mempertahankan posisi kaki. Selain itu, keberadaan pendamping di ruang pemeriksaan juga berpotensi meningkatkan paparan radiasi hambur selama proses eksposi. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan alat fiksasi adjustable untuk membantu proses pemosisian pada pemeriksaan radiografi ankle stress view.

Desain Alat Fiksasi Adjustable

Alat fiksasi dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek fungsi, kenyamanan, serta kemudahan penggunaan. Komponen utamanya terdiri atas rangka besi hollow galvanis, strap pengikat dengan sistem pengunci klik, mekanisme ball joint 360°, serta alas spon untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Desain alat juga disesuaikan dengan data antropometri orang dewasa Indonesia sehingga dapat digunakan pada berbagai variasi ukuran kaki pasien dewasa. Panjang total alat ditetapkan sebesar 40 cm untuk memfiksasi area distal femur hingga dua pertiga proksimal cruris. Sementara itu, sepertiga distal cruris tetap dibiarkan bebas agar tidak mengganggu area yang akan dicitrakan maupun menimbulkan artefak pada hasil radiografi. Keunggulan lain dari alat ini terletak pada sistem adjustable yang memungkinkan penyesuaian lebar rangka, posisi strap, serta kemiringan stik penyangga sesuai kebutuhan pemeriksaan ankle stress view pada proyeksi inversi maupun eversi.

Hasil Uji Menunjukkan Kinerja yang Baik

Pengembangan alat tidak berhenti pada tahap perancangan. Setelah alat selesai dibuat, dilakukan pengujian fungsi untuk memastikan setiap komponen bekerja sesuai tujuan perancangan. Selain itu, dilakukan pula pengujian kemudahan penggunaan oleh radiografer.

Hasil uji fungsi komponen menunjukkan nilai sebesar 85,7 persen dengan kategori baik. Alat fiksasi dinilai mampu menyesuaikan ukuran objek, mempertahankan posisi kaki, mengurangi pergerakan selama pemeriksaan, serta membantu menghasilkan posisi inversi dan eversi yang lebih stabil.

Selanjutnya, pengujian kemudahan penggunaan dilakukan kepada 15 radiografer. Hasil penilaian memperoleh grand mean sebesar 3,53 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Para radiografer menilai alat mudah dipasang, mudah disesuaikan dengan ukuran kaki pasien, serta membantu proses positioning selama pemeriksaan radiografi ankle stress view.

[BACA JUGA: Evaluasi Sistem Akuntansi Penagihan Piutang pada PT Mitra Intertrans Forwarding]

***

Penulis: Hanistasya Prameswari Lailatul Qodriyah

Pembimbing: Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah dan Agni Sanita Aizatul Mufida

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)