VOKASI NEWS – Penggunaan obat bahan alam masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan membantu mengatasi berbagai keluhan ringan. Namun, tingginya penggunaan produk herbal belum diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai jenis, keamanan, dan cara penggunaannya.
Kondisi tersebut ditemukan dalam kegiatan edukasi penggolongan obat bahan alam yang dilaksanakan bagi kelompok lansia di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat bahan alam melalui edukasi yang mudah dipahami.
Edukasi dilakukan menggunakan papan informasi, leaflet, dan video edukasi. Selain itu, media tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan peserta lanjut usia.
Mengenal Golongan Obat Bahan Alam
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamu merupakan obat tradisional yang khasiatnya didasarkan pada pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Sementara itu, Obat Herbal Terstandar (OHT) telah melalui uji praklinik pada hewan percobaan.
Adapun fitofarmaka merupakan obat bahan alam yang telah melalui uji klinik pada manusia. Oleh karena itu, fitofarmaka memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang lebih tinggi dibandingkan golongan lainnya (BPOM RI, 2022).
Pemahaman mengenai perbedaan ketiga golongan tersebut sangat penting. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh produk herbal memiliki manfaat dan tingkat keamanan yang sama. Padahal, setiap golongan memiliki proses penelitian, pengujian, dan bukti ilmiah yang berbeda.
Pentingnya Edukasi Obat Bahan Alam
Menurut WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine, penggunaan obat tradisional dan herbal terus meningkat di berbagai negara. Namun demikian, masyarakat tetap perlu memahami mutu, keamanan, efektivitas, serta penggunaan obat herbal yang tepat agar manfaatnya optimal dan risiko dapat diminimalkan (WHO, 2019).
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Drug Safety menunjukkan bahwa penggunaan produk herbal masih berpotensi menimbulkan efek samping tertentu. Temuan tersebut menegaskan bahwa bahan alami tidak selalu bebas risiko sehingga penggunaannya tetap memerlukan pengetahuan yang memadai (Awodele et al., 2014).
Pengetahuan Lansia Meningkat Setelah Edukasi
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pre-test sebelum penyampaian materi. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 52,32 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian peserta belum memahami logo, karakteristik, manfaat, maupun tingkat keamanan setiap golongan obat bahan alam.
Setelah edukasi selesai, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi akhir. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan rata-rata skor mencapai 88,88 persen.
Dengan demikian, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 36,56 persen setelah peserta memperoleh materi edukasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obat bahan alam.
Edukasi Obat Bahan Alam Beri Dampak Positif
Peningkatan pengetahuan peserta menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif, diskusi, dan media visual dapat membantu masyarakat memahami materi dengan lebih baik. Tidak hanya itu, peserta juga mampu membedakan jamu, OHT, dan fitofarmaka setelah mengikuti kegiatan.
Selain memahami perbedaan golongan obat bahan alam, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai aturan pakai, logo produk, serta aspek keamanan penggunaan obat herbal.
Oleh karena itu, edukasi kesehatan seperti ini menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lansia yang cukup sering menggunakan produk herbal dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, penggunaan obat bahan alam diharapkan menjadi lebih aman, rasional, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masing-masing individu.
Sumber:
World Health Organization. WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine. 2019.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Tanya Jawab Penelitian Obat Bahan Alam Menuju Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. 2022.
Awodele O, Amagon KI, Usman SO, Obasi PC. Safety of Herbal Medicines Use: Case Study of Ikorodu Residents in Lagos, Nigeria. Current Drug Safety. 2014.
[BACA JUGA: Edukasi Gresik, Cerdas Pakai Obat]
Penulis: Armanda Wildan Yanuarta
Pembimbing: Susilo Harianto
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



