VOKASI NEWS – Radiologi memiliki peran penting dalam mendukung diagnosis medis. Namun, kualitas hasil pemeriksaan tidak hanya ditentukan oleh alat, tetapi juga kinerja radiografer. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah pengulangan exposure, yaitu pengulangan pemotretan sinar-X akibat hasil yang kurang optimal.
Sebuah penelitian di RSUD dr. Saiful Anwar Malang menemukan bahwa faktor beban kerja dan masa kerja radiografer berpengaruh pada tingkat pengulangan exposure.
Beban Kerja Tinggi Memicu Pengulangan Exposure
Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiografer dengan beban kerja tinggi cenderung lebih sering melakukan pengulangan exposure. Tekanan pekerjaan, keterbatasan waktu, serta tingginya jumlah pasien dapat mempengaruhi konsentrasi dan ketelitian dalam melakukan pemeriksaan.
Pengulangan exposure tidak hanya meningkatkan beban kerja, tetapi juga berisiko terhadap paparan radiasi tambahan, baik bagi pasien maupun tenaga medis. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu memberikan perhatian pada distribusi beban kerja agar tidak terjadi kelelahan berlebih pada radiografer.
Masa Kerja Berpengaruh pada Tingkat Ketelitian
Selain beban kerja, masa kerja juga menjadi faktor penting. Radiografer dengan pengalaman lebih lama cenderung memiliki tingkat pengulangan exposure lebih rendah dibandingkan yang baru bekerja. Hal ini dikarenakan pengalaman dapat meningkatkan keterampilan teknis serta kemampuan mengantisipasi kesalahan.
Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun masa kerja lama dapat menekan angka pengulangan, faktor beban kerja tetap menjadi penentu utama. Radiografer berpengalaman pun bisa melakukan kesalahan jika menghadapi beban kerja yang sangat tinggi.
Temuan ini menggarisbawahi pentingnya manajemen rumah sakit dalam mengatur beban kerja yang seimbang, serta memberikan pelatihan berkelanjutan bagi radiografer, khususnya yang baru memulai karier. Dengan demikian, mutu pelayanan radiologi dapat meningkat, risiko radiasi berlebih dapat ditekan, dan efisiensi kerja menjadi lebih baik.
BACA JUGA: [Waktu Tunggu Radioterapi Tingkatkan Kecemasan Pasien Kanker Ginekologi]
***
Penulis: Nofi Nur Amalia
Editor: Oky Sapto Mugi Saputro