Human Error Bukan Sekadar Kesalahan Individu, Ini Temuan Penelitian di Restoran Private Fine Dining

VOKASI NEWS – Persaingan industri kuliner terus meningkat seiring berkembangnya konsep private fine dining yang menawarkan pengalaman bersantap secara eksklusif. Di balik pelayanan yang tampak sempurna, restoran tetap menghadapi berbagai tantangan operasional. Salah satunya ialah keterbatasan jumlah staf yang membuat setiap anggota tim harus menjalankan beberapa tugas sekaligus atau multi-tasking. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya human error.

Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan di Restoran OHMI Surabaya. Penelitian bertujuan mengidentifikasi penyebab human error, menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan, serta menemukan strategi mitigasi yang efektif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terlibat langsung dalam operasional restoran.

Penyebab Human Error Tidak Hanya Berasal dari Individu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa human error tidak semata-mata disebabkan oleh kelalaian individu. Sebaliknya, terdapat empat faktor utama yang saling berkaitan. Faktor tersebut meliputi belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis, pembagian beban kerja yang belum merata akibat tumpang tindih peran, miskomunikasi antaranggota tim maupun dengan tamu, serta keterbatasan fasilitas operasional.

Selain itu, kombinasi berbagai faktor tersebut meningkatkan tekanan kerja, terutama ketika restoran menghadapi kondisi double service atau melayani lebih dari satu kelompok tamu dalam waktu yang berdekatan.

Dampak terhadap Kualitas Pelayanan

Kesalahan operasional tidak hanya menyebabkan keterlambatan penyajian hidangan. Lebih dari itu, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kualitas makanan dan menimbulkan tekanan psikologis bagi anggota tim.

Akibatnya, kesalahan kecil dalam proses operasional dapat memengaruhi pengalaman bersantap tamu secara keseluruhan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada restoran private fine dining sangat bergantung pada sistem operasional yang mampu mendukung koordinasi seluruh anggota tim.

Strategi Mitigasi Masih Perlu Diperkuat

Penelitian juga menemukan bahwa Restoran OHMI telah menerapkan beberapa strategi mitigasi. Strategi tersebut meliputi briefing sebelum dan sesudah service, evaluasi berkala, serta penggunaan notes manual sebagai alat bantu visual untuk mengontrol urutan penyajian hidangan.

Langkah tersebut terbukti membantu meningkatkan koordinasi sekaligus mengurangi potensi kesalahan selama operasional berlangsung. Meskipun demikian, efektivitasnya masih perlu diperkuat melalui penyusunan SOP tertulis yang disesuaikan dengan jobdesk setiap anggota tim. Dengan demikian, standar pelayanan dapat diterapkan secara lebih konsisten.

Mendukung Sistem Kerja yang Lebih Baik

Temuan penelitian memperlihatkan bahwa upaya mengurangi human error tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kemampuan individu. Sebaliknya, organisasi perlu membangun sistem kerja yang terstruktur, mudah dipahami, serta mampu mendukung komunikasi dan koordinasi dalam situasi operasional yang dinamis.

Pendekatan tersebut tidak hanya membantu menjaga kualitas pelayanan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.

Selain itu, hasil penelitian sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth. Penelitian ini juga mendukung SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure melalui pentingnya inovasi sistem operasional untuk meningkatkan kualitas layanan di industri perhotelan dan kuliner.

Pada akhirnya, sistem kerja yang lebih baik diharapkan mampu meminimalkan kesalahan operasional, meningkatkan daya saing restoran, serta mendukung keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.

[BACA JUGA: Pengendalian Persediaan Alat Kesehatan Dievaluasi Berbasis COSO]

Penulis: Auriel Demas Nurshaffah Putra

Pembimbing: Nur Emma Surian

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)