Pengendalian Persediaan Alat Kesehatan Dievaluasi Berbasis COSO

VOKASI NEWS – Persediaan merupakan aset penting bagi perusahaan distribusi, termasuk PT Global Mitra Medica yang bergerak di bidang alat kesehatan. Pengelolaan persediaan yang baik berperan dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus menghasilkan informasi keuangan yang akurat. Oleh karena itu, sebuah kajian dilakukan untuk menilai kesesuaian pengendalian internal persediaan perusahaan dengan prinsip Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO).

Kajian berlangsung pada 10 Januari hingga 10 April 2026 di kantor PT Global Mitra Medica, Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pendekatan kualitatif.

PT Global Mitra Medica berdiri sejak 2021 dan melayani kebutuhan alat kesehatan bagi rumah sakit, klinik, serta laboratorium. Dalam operasionalnya, perusahaan menerapkan prosedur penerimaan barang, penyimpanan di gudang, hingga pengeluaran barang kepada pelanggan. Selain itu, perusahaan juga melaksanakan stock opname secara berkala untuk mencocokkan data pada sistem dengan kondisi fisik di gudang.

Lima Komponen COSO Sudah Diterapkan

Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima komponen COSO telah diterapkan dalam pengelolaan persediaan perusahaan. Kelima komponen tersebut meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Menurut COSO (2013), pengendalian internal merupakan proses yang dijalankan oleh manajemen dan seluruh personel untuk memberikan keyakinan memadai dalam mencapai tujuan organisasi.

Pada aspek lingkungan pengendalian, integritas karyawan selama proses stock opname dinilai telah berjalan sesuai standar operasional. Selain itu, perusahaan juga memiliki struktur organisasi yang jelas, meskipun pelaksanaannya masih perlu dioptimalkan.

Sementara itu, pada aspek penilaian risiko, perusahaan telah mengidentifikasi berbagai potensi risiko, seperti selisih persediaan, kesalahan perhitungan, dan barang yang mendekati masa kedaluwarsa. Risiko tersebut diantisipasi melalui pelaksanaan stock opname rutin setiap akhir bulan.

Aktivitas pengendalian diterapkan melalui sistem otorisasi berlapis. Hasil perhitungan gudang terlebih dahulu diverifikasi oleh administrasi gudang sebelum disusun menjadi laporan resmi. Selain itu, proses pemantauan juga didukung kamera pengawas yang terpasang di area gudang dan kantor.

Kendala Sumber Daya Manusia Jadi Sorotan

Meskipun seluruh komponen COSO telah diterapkan, kajian menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Keterbatasan jumlah pegawai menyebabkan terjadinya perangkapan tugas. Sebagai contoh, seorang karyawan dapat sekaligus menghitung, mencatat, dan memeriksa kembali data persediaan.

Selain itu, bagian purchasing juga masih membantu proses stock opname akibat keterbatasan staf administrasi gudang. Padahal, pemisahan fungsi diperlukan agar pengawasan berjalan lebih efektif.

Manajer PT Global Mitra Medica, Azep Nugroho, turut mengakui kondisi tersebut.

“Pemisahan tugas yang terjadi di lapangan belum sepenuhnya berjalan benar karena masih ada penumpukan tanggung jawab saat stock opname akibat kurangnya sumber daya manusia,” ujarnya.

Di sisi lain, kesalahan pencatatan (human error) juga masih ditemukan dalam proses barang masuk maupun keluar. Misalnya, keterlambatan memasukkan data ke sistem serta ketidaksesuaian antara jumlah fisik dan catatan digital. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan selisih persediaan yang memengaruhi akurasi laporan keuangan.

Rekomendasi Perbaikan Diajukan

Kajian ini memberikan beberapa rekomendasi untuk memperkuat pengendalian internal persediaan. Pertama, pembagian tugas antara bagian gudang, administrasi, dan purchasing perlu diperjelas agar setiap fungsi berjalan sesuai tanggung jawabnya. Kedua, pembentukan tim stock opname independen dinilai penting untuk meningkatkan objektivitas penghitungan persediaan.

Selain itu, penyusunan berita acara resmi pada setiap pelaksanaan stock opname juga disarankan. Dokumen tersebut memuat tanggal kegiatan, pihak yang terlibat, hasil pemeriksaan, serta tindak lanjut atas selisih yang ditemukan. Dengan demikian, proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih akuntabel.

Pada akhirnya, perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian internal persediaan di perusahaan distribusi alat kesehatan. Selain meminimalkan risiko kerugian, langkah tersebut juga mendukung keandalan informasi keuangan secara berkelanjutan.

Sumber: COSO (2013). Internal Control–Integrated Framework. New York; hasil wawancara dan observasi lapangan PT Global Mitra Medica (2026).

[BACA JUGA: Investasi ESG Perbankan ASEAN: Beban Biaya Melejit di Awal, Jadi Rebutan Investor Kemudian!]

Penulis: Della Leningce Supriyanto

Pembimbing: Wahyu Firmandani

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)