Inovasi Deteksi Emosi Publik di Media Sosial X untuk Strategi Komunikasi UNAIR

Inovasi Deteksi Emosi Publik di Media Sosial X untuk Strategi Komunikasi UNAIR

VOKASI NEWS – Media sosial X kini bertransformasi menjadi ruang publik utama bagi sivitas akademika untuk menyuarakan opini mengenai fasilitas institusi pendidikan. Merespons fenomena digital tersebut, sebuah sistem deteksi emosi berbasis teks berhasil dikembangkan di Laboratorium Komputer Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Inovasi berwujud dasbor analitik ini dirancang khusus untuk memetakan persepsi publik secara seketika guna mendukung strategi komunikasi institusi yang lebih adaptif.

Pengembangan sistem ini memanfaatkan arsitektur kecerdasan buatan mutakhir, yakni Large Language Model IndoBERTweet. Total data yang diekstraksi dan diproses mencapai 1.888 opini publik dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2025. Proses klasifikasi teks berfokus pada sembilan kelas kategori yang mengacu pada delapan emosi dasar Plutchik beserta satu kelas netral. Untuk menjamin keakuratan, pelabelan data menggunakan pendekatan hibrida yang memadukan algoritma leksikon dan validasi langsung dari pakar psikologi.

Pemetaan Emosi dan Prediksi Pemeliharaan

Hasil analisis komputasi dari sistem ini sukses memotret dinamika emosional publik terhadap sarana dan prasarana kampus. Berdasarkan visualisasi Word Cloud pada dasbor, kelayakan pendingin ruangan di gedung kuliah dan stabilitas jaringan internet sering kali memicu emosi kemarahan apabila terjadi gangguan fungsional. Di sisi lain, isu higienitas pada fasilitas sanitasi secara konsisten terdeteksi memicu luapan emosi negatif yang spesifik. Sebaliknya, area ruang terbuka hijau dan perpustakaan berhasil memanen apresiasi, kegembiraan, serta rasa percaya yang tinggi dari mahasiswa.

Dasbor Analitik sebagai Sistem Peringatan Dini Pengelolaan Aduan

Kehadiran dasbor analitik ini memberikan solusi praktis bagi pemangku kebijakan, khususnya Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) serta Direktorat Logistik. “Sistem ini dapat difungsikan sebagai sistem peringatan dini, sehingga pihak humas dan logistik dapat memutus alur birokrasi manual dan mengambil tindakan perbaikan proaktif sebelum sebuah isu membesar,” jelas Ahmadian Zahri Ramadhan selaku pengembang sistem tersebut. Antarmuka cerdas ini akan secara otomatis memberikan label prioritas tinggi pada fasilitas yang mendesak untuk segera ditangani.

Transformasi Tata Kelola Pengaduan Berbasis Analisis Emosi

Adopsi teknologi pemrosesan bahasa alami membuktikan bahwa rekam jejak digital adalah instrumen evaluasi yang sangat berharga. Pemanfaatan inovasi deteksi emosi ini diharapkan mampu mentransformasi tata kelola pengaduan institusi pendidikan menjadi jauh lebih empatik, transparan, dan berbasis data. Implementasi sistem ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan manajemen reputasi dan pelayanan infrastruktur kampus yang prima di era modern.

[BACA JUGA: Membangun Pemahaman Seksualitas Remaja di Era Digital: Pelajaran dari SMAN 1 Lamongan]

Penulis: Ahmadian Zahri Ramadhan

Pembimbing: Tesa Eranti Putri

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)