Inovasi Herbal Mahasiswa Vokasi Airlangga Dorong Kesadaran Pelestarian Tanaman Obat Nusantara

Kompetisi inovasi herbal Herbal Innovate & Visual Art 2026 yang diselenggarakan mahasiswa Pengobat Tradisional Vokasi UNAIR

VOKASI NEWS — Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendorong inovasi herbal melalui kompetisi nasional Herbal Innovate & Visual Art 2026. Himpunan Mahasiswa D-IV Pengobat Tradisional (HIMA BATTRA) menyelenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian tanaman obat Nusantara.

Puncak acara berlangsung secara luring di Ruang 2.07 Gedung Nano Kampus C Universitas Airlangga. Pada kesempatan tersebut, para finalis mempresentasikan karya mereka. Panitia juga mengumumkan pemenang dari setiap kategori perlombaan.

Kompetisi ini mengusung tema “Merawat Warisan, Menanam Masa Depan: Membumikan Inovasi Herbal melalui Edukasi Kreatif untuk Masyarakat yang Berkelanjutan”. Melalui tema tersebut, panitia mengajak peserta mengenalkan kekayaan tanaman obat Indonesia dengan pendekatan ilmiah dan kreatif.

Selain itu, kompetisi nasional ini berhasil menghimpun puluhan karya edukatif dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah atas di Indonesia. Peserta mengikuti dua kategori utama, yaitu Lomba Esai Ilmiah bagi mahasiswa dan Lomba Poster Edukasi Visual bagi pelajar SMA/SMK sederajat.

Inovasi Herbal melalui Edukasi Kreatif

Ketua Pelaksana Herbal Innovate & Visual Art 2026, Rahma, menjelaskan tujuan penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Panitia juga ingin menyediakan ruang pengembangan kreativitas sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kekayaan herbal Nusantara.

Saat ini, pemanfaatan tanaman obat tradisional masih menghadapi tantangan dalam menarik perhatian generasi muda. Oleh karena itu, panitia memadukan pendekatan ilmiah dengan media visual yang lebih modern. Cara tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai herbal semakin menarik dan mudah dipahami.

Melalui Lomba Esai Ilmiah, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan berdasarkan pendekatan keilmuan. Sementara itu, Lomba Poster Edukasi Visual memberikan ruang bagi pelajar untuk mengemas informasi melalui desain kreatif. Kedua kategori tersebut memiliki tujuan serupa, yakni memperkenalkan potensi tanaman obat kepada masyarakat.

Dengan demikian, inovasi herbal tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk atau pemanfaatan bahan alami. Inovasi juga dapat hadir melalui cara menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Edukasi yang menarik menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan warisan tanaman obat Nusantara.

Daftar Pemenang Herbal Innovate & Visual Art 2026

Pada puncak penganugerahan, dewan juri mengumumkan para pemenang dari dua kategori perlombaan. Pengumuman tersebut menjadi salah satu agenda utama setelah para finalis mengikuti rangkaian kompetisi.

Dalam kategori Lomba Esai Ilmiah, tim Fadisya Salsabiluna Najwa Trisna Putri, Azka Syahidah, dan Umi Syarifatul Aida berhasil meraih Juara 1. Selanjutnya, tim Ananda Farellino, Azzahra Nabila, dan Citra Kirana Putri menempati posisi Juara 2.

Sementara itu, tim Rasyiqa Annisa Thohira, Lucky Pryananda Dyan, dan Siti Farida Adilia meraih Juara 3. Ketiga tim tersebut memperoleh penghargaan dalam kategori yang menekankan penyusunan gagasan ilmiah mengenai tema kompetisi.

Pada kategori Lomba Poster Edukasi Visual, Juara 1 diraih oleh tim Armadhana, Az-Zahra Salsabila Prasasti, dan Sabtya Zalianti. Kemudian, tim Tammim Fathul Ridlo, Rivana Talitha Salsabila, dan Zalfa Kirani Nasywa berhasil meraih Juara 2.

Adapun posisi Juara 3 ditempati oleh Paqita Adika Noviyati. Melalui kategori poster, peserta mendapat kesempatan untuk memperkenalkan informasi mengenai tanaman obat melalui karya visual.

Pelestarian Tanaman Obat Nusantara

Keberhasilan Herbal Innovate & Visual Art 2026 melibatkan kerja sama panitia HIMA D-IV Pengobat Tradisional. Selain itu, civitas akademika Fakultas Vokasi Universitas Airlangga turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Departemen Ilmu Prestasi dan Riset Inovasi HIMA Pengobat Tradisional berharap kompetisi ini dapat memperkuat kesadaran generasi muda. Terutama, kesadaran mengenai pentingnya menjaga pengetahuan dan kekayaan tanaman obat Nusantara.

Melalui inovasi herbal, mahasiswa dan pelajar dapat mengambil peran dalam memperkenalkan warisan pengobatan tradisional. Karya ilmiah maupun poster edukatif dapat menjadi media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas.

Pada akhirnya, Herbal Innovate & Visual Art 2026 diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan yang bermanfaat. Dengan menggabungkan pengetahuan ilmiah dan kreativitas, generasi muda dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian tanaman obat Indonesia secara berkelanjutan.

[BACA JUGA: Perayaan Dies Natalis Pengobat Tradisional Ke-21 Vokasi UNAIR Rajut Harmoni dan Ukir Prestasi]

***

Penulis: Lharissa Widyadhari Adryanthie

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)