VOKASI NEWS – Program International Community Engagement 2026 (ICE 2026) sukses diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa D-IV Teknologi Veteriner Fakultas Vokasi UNAIR, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan hewan ternak sekaligus memperkuat kolaborasi akademik internasional. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 April 2026, dengan melibatkan mahasiswa dari Universiti Putra Malaysia (UPM).
Program pengabdian masyarakat berskala internasional ini dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Tuban, yaitu Kecamatan Bancar, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Semanding. Program ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuan di bidang veteriner secara langsung di lapangan.
Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu
Salah satu fokus utama ICE 2026 adalah pelayanan kesehatan hewan terpadu yang diberikan secara cuma-cuma kepada peternak lokal. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan aktif dalam tindakan preventif dan kuratif di bawah supervisi tenaga profesional. Upaya preventif dilakukan melalui vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna mencegah penyebaran penyakit menular yang berpotensi merugikan peternak. Sementara itu, tindakan kuratif meliputi pemberian obat cacing dan vitamin untuk menjaga serta memulihkan kondisi kesehatan ternak.
Pemberian suplemen dilakukan melalui metode injeksi maupun bolus, yang disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing hewan. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Layanan yang diberikan dinilai sangat membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
Edukasi dan Sosialisasi ke Sekolah
Tidak hanya berfokus pada sektor peternakan, para delegasi mahasiswa UNAIR dan UPM juga melakukan kegiatan edukasi di institusi pendidikan. Kunjungan dilakukan ke tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di ketiga kecamatan tersebut.
Pada tingkat TK, mahasiswa mengadakan kegiatan interaktif seperti mewarnai, bernyanyi, praktik cuci tangan, serta permainan edukatif. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Di tingkat SMA, mahasiswa memberikan wawasan mengenai profesi veteriner dan prospek karier di bidang peternakan. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan pentingnya kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet). Hal ini berkaitan dengan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai peluang studi dan karier. Kesadaran terhadap peran strategis sektor veteriner juga diharapkan meningkat.
Penyuluhan Peternak: Dari PMK hingga Teknologi Pakan
Guna meningkatkan kemandirian peternak, diadakan sesi penyuluhan yang menghadirkan dua materi krusial. Materi pertama membahas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang mencakup edukasi mengenai cara pencegahan, pengenalan ciri-ciri klinis, serta langkah penanganan cepat guna memutus rantai penularan di lingkungan peternakan.
Materi kedua berfokus pada silase dan fermentasi pakan, yang mencakup pemanfaatan bahan pakan lokal, teknik pengolahan yang tepat, serta manfaatnya dalam meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi pakan, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan hijauan terbatas.
Sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan antusiasme para peternak, panitia menutup sesi penyuluhan dengan pembagian doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Antusiasme peserta mencapai puncaknya saat pengundian hadiah utama berupa satu ekor kambing di akhir acara.
Kegiatan ini resmi berakhir pada 17 April, dengan harapan program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan pengetahuan, kemandirian, serta kesejahteraan peternak di Kabupaten Tuban dan wilayah lainnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan hewan dan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.
[BACA JUGA: Gedung Vokasi Universitas Airlangga Hadirkan Area Parkir Luas dan Lingkungan Bersih]
Penulis: Galuh Intan Trihapsari
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



