VOKASI NEWS – Penyakit seperti diabetes melitus dan asam urat sering kali dianggap hanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia. Padahal, perubahan gaya hidup menyebabkan gangguan metabolik mulai muncul sejak usia remaja. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan purin menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya angka obesitas juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan remaja.
Hiperglikemia merupakan kondisi ketika kadar glukosa darah meningkat melebihi batas normal. Sementara itu, hiperurisemia adalah keadaan ketika kadar asam urat dalam darah tergolong tinggi. Kedua kondisi tersebut dapat menjadi faktor risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan gout pada masa dewasa. Namun, gangguan metabolik ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak remaja tidak menyadari bahwa kesehatan metaboliknya mulai terganggu.
Faktor Risiko Gangguan Metabolik pada Remaja
Penelitian yang dilakukan pada 90 remaja di MA Ar-Raudlah Gresik menunjukkan bahwa hiperglikemia dan hiperurisemia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut terdiri atas kondisi yang tidak dapat diubah maupun yang masih dapat dikendalikan. Riwayat keluarga diabetes melitus menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap hiperglikemia.
Di sisi lain, pola hidup juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Lingkar perut yang berlebih ditemukan berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik pada remaja. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan pola makan tinggi lemak dan konsumsi makanan tinggi purin. Oleh karena itu, kondisi kesehatan metabolik perlu mendapat perhatian sejak usia remaja.
Deteksi Dini sebagai Investasi Kesehatan
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan merasa tubuh masih muda. Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Remaja juga perlu membatasi makanan tinggi lemak dan purin, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan aktivitas fisik.
Selain menerapkan kebiasaan sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan metabolik sejak dini. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika ditemukan gangguan kesehatan. Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi metabolik dan mencegah risiko penyakit pada masa dewasa.
Peran Lingkungan dalam Menjaga Kesehatan Remaja
Peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat. Peningkatan kesadaran sejak dini diharapkan dapat mendorong remaja menerapkan kebiasaan sehat secara berkelanjutan. Dengan begitu, risiko diabetes melitus, gout, dan penyakit tidak menular lainnya pada masa dewasa dapat diminimalkan.
Penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan metabolik bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Sebaliknya, investasi kesehatan perlu dimulai sejak usia remaja. Deteksi dini dan penerapan kebiasaan sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan hingga masa mendatang.
[BACA JUGA: Mengapa Jejaring Lebih Penting daripada Sikap Keuangan bagi Wirausaha Muda?]
***
Penulis: Ade Kamilah Saroso
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



