Kenali Penggolongannya, Tepatkan Pengobatannya Bersama Mahasiswa D3 Keperawatan UNAIR

VOKASI NEWS — Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR mengedukasi masyarakat Kabupaten Gresik mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis untuk mendorong penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional.

Penggunaan obat telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, masih ditemukan masyarakat yang mengkonsumsi obat tanpa memahami jenis maupun golongan obat yang digunakan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, terutama ketika obat dikonsumsi berdasarkan pengalaman sebelumnya atau rekomendasi dari orang lain.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan UNAIR mengadakan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis pada 23 April 2026 di Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Ketua RT setempat dan diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan media papan obat farmakologi dan leaflet yang dirancang agar informasi lebih mudah dipahami. Melalui media tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai kelompok obat berdasarkan kegunaannya. Kelompok obat tersebut meliputi obat untuk nyeri, demam, gangguan saluran pencernaan, alergi, dan keluhan kesehatan lain. Keluhan ini umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Meningkatkan Pemahaman tentang Penggunaan Obat

Dalam kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya mengenal penggolongan obat sebelum menggunakannya. Pengetahuan mengenai fungsi dan indikasi obat menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait penggolongan obat setelah mengikuti kegiatan.

Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian selama sesi edukasi berlangsung. Saat sesi diskusi dimulai, beberapa peserta mulai berbagi pengalaman mengenai penggunaan obat yang biasa dilakukan ketika mengalami keluhan kesehatan tertentu. Dari diskusi tersebut diketahui bahwa sebagian peserta cenderung menggunakan obat berdasarkan pengalaman sebelumnya atau saran dari orang terdekat tanpa mengetahui golongan dan fungsi obat secara lebih mendalam.

“Selama ini obat yang digunakan hanya berdasarkan kebiasaan atau pengalaman sebelumnya. Setelah mengikuti edukasi ini, ternyata setiap obat memiliki fungsi yang berbeda dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan,” ujar salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, peserta juga memperoleh pemahaman bahwa setiap keluhan kesehatan memerlukan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan obat perlu disesuaikan dengan indikasi atau tujuan penggunaannya agar manfaat yang diperoleh lebih optimal dan risiko kesalahan penggunaan dapat diminimalkan.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama mahasiswa mengucapkan jargon “Kenali Penggolongannya, Tepatkan Pengobatannya.” Jargon tersebut menjadi pengingat akan pentingnya memahami golongan obat sebelum digunakan sehingga pengobatan yang dilakukan dapat lebih tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan.

Mendorong Penggunaan Obat yang Rasional

Edukasi mengenai penggolongan obat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara lebih tepat dan bertanggung jawab. Pemahaman yang baik mengenai fungsi obat tidak hanya membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan, tetapi juga dapat meminimalkan risiko penggunaan obat yang kurang sesuai.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat semakin bijak dalam memilih dan menggunakan obat sesuai kebutuhan kesehatannya.

[BACA JUGA: UPGRADING CRANIALIS 2026 : “Optimizing Leadership and Time Mastery for a Brilliant Future”]

Penulis: Rossela Azzahra Putri

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)