VOKASI NEWS – Transformasi digital terus mendorong perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk pada bidang radiologi. Salah satu inovasi yang semakin banyak diterapkan adalah sistem teleradiology, yaitu layanan yang memungkinkan citra radiologi dikirim secara digital sehingga dokter spesialis radiologi dapat melakukan interpretasi dari lokasi yang berbeda.
Penerapan teleradiology membantu mempercepat proses diagnosis, terutama di fasilitas kesehatan yang masih kekurangan dokter spesialis radiologi. Sistem ini juga mendukung pemerataan layanan kesehatan berbasis telemedicine sehingga pasien dapat memperoleh hasil pemeriksaan dengan lebih cepat.
Penelitian mahasiswa Program Studi DIV Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyoroti bahwa keberhasilan sistem teleradiology tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kepuasan penggunanya.
Teleradiology Percepat Pelayanan Diagnostik
Salah satu rumah sakit di Malang telah menerapkan sistem teleradiology sejak 2019 sebagai bagian dari layanan radiologi digital. Sistem tersebut menghubungkan dokter klinisi, radiografer, dokter spesialis radiologi, dan admin radiologi dalam satu alur pelayanan yang terintegrasi. Melalui sistem ini, hasil pemeriksaan dapat dikirim, dibaca, dan dilaporkan secara lebih efisien sehingga membantu pengambilan keputusan klinis secara tepat waktu.
Meski demikian, implementasi teleradiology masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi keterlambatan penyampaian hasil pemeriksaan, stabilitas jaringan internet, serta keterbatasan akses pengguna terhadap sistem. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi secara berkala agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Kepuasan Pengguna Menjadi Indikator Keberhasilan Sistem
Penelitian ini menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna sistem teleradiology. Model EUCS menilai lima aspek utama, yaitu content (isi informasi), accuracy (keakuratan), format (tampilan), ease of use (kemudahan penggunaan), dan timeliness (ketepatan waktu).
Melalui lima aspek tersebut, rumah sakit dapat mengetahui pengalaman pengguna selama memanfaatkan sistem. Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan agar sistem semakin sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan.
Evaluasi Berkelanjutan Tingkatkan Mutu Pelayanan
Evaluasi kepuasan pengguna menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan radiologi digital. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti kecepatan akses sistem, ketepatan penyajian informasi, kemudahan penggunaan, maupun tampilan antarmuka.
Perbaikan pada berbagai aspek tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan radiologi sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik bagi tenaga kesehatan.
Transformasi digital di bidang radiologi tidak hanya bergantung pada perkembangan teknologi. Keberhasilannya juga ditentukan oleh kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari. Oleh karena itu, evaluasi kepuasan pengguna menjadi langkah penting. Evaluasi ini membantu menjaga mutu pelayanan sekaligus mendukung pengembangan sistem teleradiology yang semakin andal di masa mendatang.
[BACA JUGA: Kekuatan Otot Quadriceps, Kunci Keseimbangan Pemain Sepak Bola]
Penulis: Flourrenza Rahmatika Mumtazah
Pembimbing: Berliana Devianti dan Nur Jannah
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



