VOKASI NEWS – Masa remaja merupakan periode penting dalam menentukan pendidikan lanjutan dan karier. Pada tahap ini, remaja mulai menentukan arah yang akan memengaruhi masa depannya. Namun, tidak semua remaja dapat mengambil keputusan karier dengan mudah. Banyak yang masih merasa bingung, ragu, bahkan cemas saat memilih jurusan atau pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR melakukan penelitian di SMA Widya Darma Surabaya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kesulitan pengambilan keputusan karier pada remaja sebagai dasar pengembangan program bimbingan karier yang lebih efektif.
Masa Remaja dan Tantangan Menentukan Karier
Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Pada fase ini, remaja mulai mengenali jati diri, mengeksplorasi minat dan bakat, sekaligus mempertimbangkan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan yang ingin ditekuni.
Proses tersebut tidak selalu berjalan mudah. Banyak remaja belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai potensi diri maupun peluang karier yang tersedia. Di sisi lain, mereka juga menghadapi berbagai tekanan, mulai dari harapan orang tua, pengaruh teman sebaya, hingga perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesulitan dalam menentukan pilihan karier yang tepat.
Kesulitan dalam mengambil keputusan karier tidak hanya dipengaruhi oleh minimnya informasi tentang dunia kerja. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan diri, ketidaksiapan menghadapi masa depan, serta banyaknya informasi yang saling bertentangan. Apabila tidak segera diatasi, masalah tersebut dapat menghambat kesiapan remaja untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Hampir Separuh Remaja Mengalami Kesulitan
Hasil penelitian pada siswa kelas XI dan XII SMA Widya Darma Surabaya menunjukkan bahwa sebanyak 48,2 persen responden mengalami kesulitan pengambilan keputusan karier pada kategori sedang hingga tinggi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar remaja masih membutuhkan pendampingan dalam menentukan arah pendidikan dan pekerjaan. Kesulitan yang dialami umumnya berkaitan dengan kurangnya kesiapan mengambil keputusan, minimnya pemahaman mengenai potensi diri dan dunia kerja, serta rendahnya keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan karier perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki bekal yang lebih baik dalam merencanakan masa depannya.
Peran Sekolah dan Keluarga Sangat Penting
Sekolah memiliki peran strategis dalam membantu siswa mempersiapkan karier melalui layanan bimbingan dan konseling. Program tersebut dapat membantu siswa mengenali potensi diri, memahami berbagai pilihan pendidikan dan profesi, serta melatih kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.
Selain sekolah, keluarga juga menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Dukungan orang tua melalui komunikasi yang terbuka, penghargaan terhadap minat anak, dan pemberian motivasi dapat meningkatkan rasa percaya diri remaja dalam menentukan pilihan karier. Sebaliknya, tekanan yang berlebihan justru berpotensi meningkatkan kebingungan dan keraguan.
Pemberian informasi mengenai perkembangan dunia kerja, peluang pendidikan, serta kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan juga menjadi bekal penting agar remaja mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.
Mempersiapkan Generasi yang Siap Menentukan Masa Depan
Penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan pengambilan keputusan karier masih menjadi tantangan bagi sebagian remaja. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga pendidik dalam memberikan pendampingan karier secara berkelanjutan.
Melalui layanan bimbingan karier yang tepat, peningkatan pemahaman mengenai potensi diri, serta dukungan sosial yang positif, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan karier dengan lebih matang dan percaya diri. Dengan demikian, mereka akan lebih siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja sesuai minat, kemampuan, dan cita-cita yang dimiliki.
[BACA JUGA: Tantangan Tersembunyi ISK: Mengapa Rumah Sakit Perlu Memetakan Pola Resistensi Bakteri Secara Lokal?]
Penulis: Talita Nabilah Alodia Nathasya
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



