VOKASI NEWS – Postur leher berperan penting dalam menjaga keselarasan tubuh dan distribusi beban agar tetap seimbang. Pada kondisi orang normal, kepala berada sejajar dengan tulang belakang sehingga pusat gravitasi dari tubuh tetap stabil.
Namun, pada kondisi FHP (Forward Head Posture) posisi kepala yang maju menyebabkan pergeseran pusat gravitasi ke arah depan. Akibatnya, kontrol postural menjadi kurang baik sehingga kemampuan untuk mempertahankan posisi supaya tidak jatuh pada lansia menurun.
Dampak terhadap Lansia
Gangguan keseimbangan akibat dari perubahan postur leher tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk psikologis. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko jatuh akibat ketidakstabilan saat berjalan. Selain itu, terjadi penurunan mobilisasi sehingga lansia menjadi terbatas dalam bergerak.
Penurunan kekuatan dan koordinasi otot juga dapat terjadi karena adanya kompensasi postural. Di sisi lain, muncul fear of falling (takut jatuh) yang membuat lansia cenderung menghindari aktivitas fisik. Kondisi ini juga dapat memicu kecemasan dan rasa tidak aman saat berjalan atau berada di lingkungan tertentu.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
Pencegahan dan penanganan FHP pada lansia dapat dilakukan dengan latihan penguatan otot leher dan punggung, serta peregangan pada otot yang tegang di area tersebut. Untuk mengurangi risiko jatuh, lansia dapat melakukan latihan keseimbangan dinamis seperti tandem walking dengan pendampingan sehingga risiko jatuh dapat diminimalisir.
Selain itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga postur tubuh yang benar juga perlu dilakukan. Lansia dianjurkan menjaga posisi leher dan kepala tetap sejajar dengan tubuh saat duduk, berdiri, maupun berjalan. Kebiasaan menunduk dalam jangka waktu lama saat beraktivitas sebaiknya dihindari.
Latihan chin tuck dapat dilakukan dalam posisi tegak dengan bahu rileks dan pandangan lurus ke depan. Dagu ditarik perlahan ke arah dalam tanpa menundukkan kepala. Latihan ini bertujuan untuk mengaktifkan dan menguatkan otot leher bagian dalam serta mengurangi kekakuan otot leher bagian belakang.
Olahraga keseimbangan dinamis juga dapat dilakukan melalui tandem walking, yaitu berjalan pada garis lurus dengan satu kaki secara bergantian. Latihan ini sebaiknya dilakukan dengan pendamping agar meminimalisir risiko jatuh.
Lansia juga dianjurkan tetap aktif secara fisik dengan melakukan aktivitas ringan seperti jalan kaki, senam lansia, ataupun latihan fungsional untuk menjaga kekuatan otot dan koordinasi tubuh.
Pada akhirnya, perubahan postur leher, khususnya Forward Head Posture, merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam penurunan keseimbangan dinamis pada lansia. Penurunan keseimbangan dinamis dapat meningkatkan risiko jatuh.
Namun, melalui pencegahan dan edukasi yang tepat, risiko tersebut dapat diminimalisir. Oleh karena itu, menjaga postur tubuh bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga upaya untuk mempertahankan kualitas hidup agar lebih optimal.
[BACA JUGA: Membangun Mindset Generasi Z dalam Berwirausaha di Era Digital]
Penulis: Rischa Fitria Aurel Evarnas
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



