Lansia Cerdas Memilih Obat Herbal melalui Edukasi Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

VOKASI NEWS – Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menjadi salah satu isu penting dalam bidang kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024 mencapai 14,91 persen dari total populasi sehingga termasuk kategori penduduk menua (ageing population).

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk penggunaan obat yang aman dan tepat. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi lansia di Dusun Bulu Gondang, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25–30 lansia yang hadir dengan antusias. Sebelum memasuki sesi edukasi, mahasiswa melakukan registrasi peserta dan membagikan konsumsi kepada seluruh lansia yang hadir. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Setelah itu, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta secara umum. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Edukasi Penggolongan Obat Herbal dan Interaksi Peserta

Selama pemeriksaan kesehatan, mahasiswa melakukan komunikasi terapeutik dan menggali informasi terkait kebiasaan penggunaan obat sehari-hari. Sebagian besar peserta mengaku pernah menggunakan obat herbal untuk menjaga kesehatan maupun membantu mengurangi keluhan penyakit tertentu. Namun, masih banyak peserta yang belum mengetahui bahwa obat herbal memiliki beberapa golongan dengan tingkat pembuktian ilmiah yang berbeda. Temuan tersebut menjadi dasar penting dalam pelaksanaan edukasi yang diberikan kepada peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat herbal yang aman dan rasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai penggolongan obat bahan alam menggunakan media leaflet dan poster edukatif. Mahasiswa menjelaskan bahwa obat bahan alam di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Jamu merupakan obat tradisional yang manfaatnya diperoleh berdasarkan pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Sementara itu, OHT telah melalui uji praklinik dan menggunakan bahan baku yang terstandarisasi, sedangkan fitofarmaka telah melalui uji klinik pada manusia sehingga memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Selain menjelaskan perbedaan ketiga golongan tersebut, mahasiswa juga mengedukasi peserta mengenai pentingnya memperhatikan izin edar dan informasi yang tertera pada kemasan produk herbal. Peserta diajak mengenali karakteristik masing-masing golongan obat herbal agar tidak mudah terpengaruh oleh klaim yang belum terbukti kebenarannya. Mahasiswa juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk herbal tertentu. Hal ini sangat penting terutama bagi lansia yang mengonsumsi obat dokter dan obat herbal secara bersamaan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan peserta dapat menggunakan obat herbal secara lebih aman dan tepat.

Respons Peserta dan Penutup Kegiatan

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para lansia tampak aktif menyampaikan pengalaman mereka selama menggunakan berbagai produk herbal dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait manfaat dan keamanan penggunaan obat herbal. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggolongan obat herbal masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Suasana diskusi yang aktif juga menjadi indikator keberhasilan kegiatan dalam menarik perhatian peserta.

Rahma Fitria Anifa Muazaroh selaku perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lansia dapat memahami perbedaan antara jamu, OHT, dan fitofarmaka sehingga lebih bijak dalam memilih produk herbal yang digunakan sehari-hari,” ujarnya.

Salah satu peserta lansia juga mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya baru mengetahui bahwa obat herbal ternyata memiliki beberapa golongan yang berbeda. Penjelasan dari mahasiswa sangat membantu karena mudah dipahami,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

[BACA JUGA: Tak Semua Herbal Sama: Edukasi Jamu, OHT, dan Fitofarmaka bagi Lansia]

Penulis: Rahma Fitria Anifa Muazaroh (Kelompok 4 GR-2A)

Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)

Sumber:

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2025). Profil Penduduk Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur 2024. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur. Digunakan untuk mendukung data persentase lansia di Jawa Timur.

Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM. (2022). Penggolongan Obat Bahan Alam: Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Digunakan untuk menjelaskan klasifikasi obat herbal di Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Digunakan untuk mendukung informasi mengenai kondisi kesehatan dan Masih dalam rentang 5 tahun terakhir.