Latihan Sederhana untuk Flat Foot : Heel Raise Exercise Tingkatkan Stabilitas dan Keseimbangan

VOKASI NEWS – Pes planus atau flat foot merupakan kondisi menurunnya lengkung longitudinal medial pada telapak kaki. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi tekanan tubuh menjadi tidak merata saat berdiri maupun berjalan. Perubahan bentuk kaki juga dapat memengaruhi stabilitas tubuh dan keseimbangan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Kasus pes planus cukup sering ditemukan pada usia muda, termasuk mahasiswa. Penelitian menunjukkan prevalensi pes planus pada mahasiswa mencapai 29,37 persen (Ghorbani, 2023). Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan otot, cedera, hingga gangguan postur tubuh. Aktivitas akademik dan praktik laboratorium yang membutuhkan kestabilan tubuh juga dapat terganggu akibat penurunan keseimbangan statis (Vashisth et al., 2023).

Faktor Risiko Gangguan Lengkung Kaki

Pes planus dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor bawaan maupun kebiasaan sehari-hari. Berat badan berlebih menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Beban tubuh yang tinggi memberikan tekanan lebih besar pada telapak kaki sehingga lengkung kaki menjadi lebih mudah menurun.

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya pes planus. Mahasiswa yang terlalu lama duduk, jarang berolahraga, dan kurang melatih otot kaki cenderung memiliki otot penopang kaki yang lebih lemah. Kondisi tersebut membuat kaki kurang optimal dalam menopang tubuh saat berdiri maupun berjalan.

Selain itu, penggunaan alas kaki yang kurang nyaman dapat memengaruhi bentuk lengkung kaki. Pemakaian sandal datar atau sepatu tanpa penyangga kaki dalam waktu lama dapat memperburuk kondisi kaki datar. Aktivitas berdiri terlalu lama, berjalan jauh, serta membawa beban berat juga memberikan tekanan berlebih pada
telapak kaki.

Heel Raise Exercise sebagai Penanganan Konservatif

Salah satu latihan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menangani pes planus adalah heel raise exercise. Latihan ini dapat dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan alat khusus dengan langkah-langkah berikut ini.

Pertama, berdirilah dengan posisi tubuh tegak dan kedua kaki terbuka selebar bahu. Kedua, pastikan tubuh dalam posisi seimbang tanpa berpegangan pada benda lain. Ketiga, angkat tumit secara perlahan hingga posisi tubuh bertumpu pada ujung kaki atau posisi berjinjit.

Keempat, tahan posisi berjinjit selama kurang lebih 3 detik agar otot kaki berkontraksi dengan optimal. Kelima, turunkan tumit secara perlahan hingga kembali menyentuh lantai. Keenam, saat menurunkan tumit, tahan kembali selama 3 detik untuk melatih kontrol otot dan stabilitas tubuh.

Ketujuh, lakukan gerakan secara berulang dengan gerakan yang terkontrol dan tidak terburu-buru. Kedelapan, latihan dilakukan 3 set dengan masing-masing set terdiri dari 15 repetisi, disertai waktu istirahat selama 30 detik pada setiap pergantian set, serta dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu secara rutin.

Menurut Meisatama et al. (2022), heel raise exercise mampu menstimulasi input proprioseptif dan membantu meningkatkan stabilitas ankle. Peningkatan kekuatan otot dan stabilitas sendi dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan dengan lebih baik. Latihan tersebut juga mudah dilakukan secara mandiri dan tidak
memerlukan alat khusus.

Pentingnya Menjaga Keseimbangan Tubuh

Keseimbangan tubuh memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas mahasiswa, terutama pada kegiatan praktik klinik maupun laboratorium. Stabilitas tubuh yang baik membantu mempertahankan postur kerja sehingga tubuh tidak mudah lelah saat melakukan aktivitas dalam waktu lama.

Keseimbangan yang optimal juga dapat membantu menurunkan risiko cedera akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan kaki memiliki hubungan erat dengan kualitas aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kaki melalui aktivitas fisik, penggunaan alas kaki yang tepat, serta latihan sederhana seperti heel raise exercise menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi tubuh secara optimal.

[BACA JUGA: Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Kehidupan Generasi Muda]

Penulis: Evita Nurhalizah

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)