Mager vs Bugar: Aktivitas Fisik dan Kebugaran Gen Z?

VOKASI NEWS – Masa remaja merupakan fase penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Pada masa ini, tubuh mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikologis yang membutuhkan kondisi kesehatan dan kebugaran yang baik.

Namun, perkembangan teknologi dan gaya hidup modern membuat banyak remaja menjadi kurang aktif bergerak. Kebiasaan menghabiskan waktu dengan gadget, bermain media sosial, menonton video, atau duduk terlalu lama dapat menyebabkan menurunnya aktivitas fisik pada remaja. Kondisi tersebut dapat berdampak pada tingkat kebugaran tubuh, terutama kebugaran kardiorespirasi.

Aktivitas Fisik Buat Remaja Lebih Bugar

Kebugaran kardiorespirasi merupakan kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh saat melakukan aktivitas fisik. Kebugaran yang baik membuat tubuh lebih kuat dan tidak mudah lelah saat beraktivitas sehari-hari.

Sebaliknya, remaja dengan aktivitas fisik rendah cenderung lebih mudah merasa lemas, cepat capek, dan ngos-ngosan saat melakukan aktivitas ringan sekalipun. Oleh karena itu, aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran remaja.

Menurut World Health Organization atau WHO, remaja usia 5–17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setidaknya 60 menit setiap hari. Aktivitas tersebut dapat berupa olahraga, berjalan kaki, bersepeda, bermain, ataupun aktivitas lain yang melibatkan gerakan tubuh. WHO juga menyebutkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya berbagai masalah kesehatan di dunia. Selain berdampak pada kesehatan fisik, kurang bergerak juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup remaja.

Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Aktivitas yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat kerja jantung dan paru-paru, menjaga berat badan tetap ideal, serta meningkatkan kekuatan otot dan tulang.

Remaja yang aktif bergerak juga cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah. Selain itu, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar dan produktivitas selama menjalani kegiatan di sekolah.

Gerak Aktif, Tubuh Lebih Fit

Remaja yang rutin melakukan aktivitas fisik cenderung memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dibandingkan remaja yang kurang aktif. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, bermain olahraga bersama teman, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga dapat memberikan dampak positif bagi tubuh. Kebiasaan aktif bergerak membantu tubuh beradaptasi terhadap aktivitas sehingga tubuh tidak mudah lelah saat melakukan kegiatan sehari-hari.

Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh. Banyak remaja saat ini lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain ponsel atau rebahan dalam waktu lama dibandingkan melakukan aktivitas fisik. Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh menjadi kurang bugar dan menurunkan kemampuan kardiorespirasi. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah dan kurang optimal dalam menjalankan aktivitas harian.

Aktivitas Fisik yang dapat Dilakukan Remaja

Aktivitas fisik yang dapat dilakukan remaja sebenarnya cukup beragam dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Remaja dapat membiasakan diri berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah sebagai bentuk aktivitas fisik sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Selain itu, mengikuti kegiatan olahraga di sekolah seperti futsal, basket, voli, atau badminton juga dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kemampuan sosial. Aktivitas lain yang dapat dilakukan yaitu jogging atau senam ringan secara rutin agar tubuh tetap aktif dan sehat. Remaja juga perlu mengurangi kebiasaan rebahan serta penggunaan gadget secara berlebihan karena dapat menurunkan tingkat aktivitas fisik.

Di lingkungan rumah, membantu pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, atau membersihkan kamar juga termasuk bentuk aktivitas fisik yang bermanfaat. Selain itu, mengikuti aktivitas luar ruangan bersama teman atau keluarga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk menjaga tubuh tetap aktif sekaligus mempererat hubungan sosial.

Aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk olahraga berat. Aktivitas ringan hingga sedang yang dilakukan secara rutin juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Hal terpenting adalah menjaga konsistensi agar tubuh tetap aktif bergerak setiap hari.

Dampak Kurang Aktivitas Fisik pada Remaja

Kurangnya aktivitas fisik dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi kesehatan remaja. Tubuh menjadi lebih mudah lelah, kebugaran menurun, dan kemampuan jantung serta paru-paru dalam bekerja menjadi kurang optimal. Selain itu, kurang bergerak juga dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan menurunkan produktivitas belajar.

Remaja dengan kebugaran kardiorespirasi yang rendah biasanya lebih cepat merasa capek saat mengikuti aktivitas olahraga atau kegiatan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tubuh kurang terlatih dalam menggunakan oksigen secara efektif selama beraktivitas. Oleh karena itu, menjaga aktivitas fisik secara rutin menjadi langkah penting untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Pentingnya Menjaga Kebugaran Sejak Dini

Menjaga kebugaran kardiorespirasi sejak usia remaja sangat penting untuk mendukung kesehatan jangka panjang. Kebiasaan aktif bergerak yang dibangun sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan tubuh hingga dewasa nanti. Aktivitas fisik yang rutin juga membantu meningkatkan kualitas hidup dan mendukung remaja agar tetap sehat, aktif, dan produktif.

Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat untuk menjadi bugar. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten sudah memberikan manfaat besar bagi tubuh. Mulai dari mengurangi rebahan berlebihan, memperbanyak gerak, hingga rutin berolahraga dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kebugaran kardiorespirasi remaja.

[BACA JUGA: Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Gelar Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026]

Penulis: Gysella Julia Nurmalasari

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)