VOKASI UNAIR

Mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medis Melakukan Pemeriksaan Parasitologi di Rumah Sakit Universitas Airlangga

Mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medis Melakukan Pemeriksaan Parasitologi di Rumah Sakit Universitas Airlangga_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS РPemeriksaan parasitologi menjadi salah satu pelayanan laboratorium di Rumah Sakit Universitas Airlangga yang bertujuan untuk membantu menegakkan diagnosa dokter. Dalam prosesnya, pemeriksaan ini dilakukan oleh analis laboratorium medis. Sebagai mahasiswa  D-III Teknologi Laboratorium medis yang melaksanakan kegiatan magang di Rumah Sakit UNAIR, mahasiswa berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan parasitologi di unit Laboratorium Parasitologi. 

Pemeriksaan Parasitologi Feses

Salah satu pemeriksaan parasitologi yang dilakukan adalah menggunakan spesimen feses. Analisis spesimen feses dapat meliputi pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis. Spesimen feses yang baik hendaknya dikumpulkan dalam wadah (pot) yang bersih, fresh, dan disimpan dalam kondisi yang baik.  

Tujuan dari Pemeriksaan feses parasitologi adalah untuk mendeteksi keberadaan parasit dalam tubuh. Selain itu juga mempunyai peran yang cukup penting sebagai salah satu cara menegakkan diagnosis infeksi oleh parasit. Kegunaan pemeriksaan tinja, mempunyai cakupan yang cukup luas untuk menunjang pemeriksaan berbagai infeksi oleh parasit. 

Salah satu contohnya seperti infeksi protozoa usus, infeksi cacing usus yang meliputi nematoda usus, trematoda usus, dan cestoda usus. Beberapa penyakit infeksi oleh parasit pada organ-organ selain usus, seperti hati, paru serta beberapa sistem vaskuler dapat dideteksi keberadaannya dengan pemeriksaan tinja.

Pemeriksaan Feses Makroskopis dan Mikroskopis

Jenis pemeriksaan feses (parasit) terbagi menjadi 2 yaitu pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis. Pemeriksaan makroskopis merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan melihat bentuk fisik feses langsung tanpa bantuan mikroskop. Beberapa hal yang perlu diamati pada saat melakukan pemeriksaan makroskopis adalah warna, konsistensi, ada atau tidaknya darah, lendir, sisa makanan, dan potongan cacing. Sedangkan pemeriksaan mikroskopis merupakan pemeriksaan yang perlu dilakukan menggunakan mikroskop. Berikut merupakan prosedur melakukan pemeriksaan mikroskopis feses:

Pra analitik:

  1. Cocokkan identitas pasien
  2. Siapkan alat dan bahan (sampel feses, lidi, object glass, cover glass, eosin)

Analitik:

  1. Teteskan eosin pada object glass
  2. Ambil feses menggunakan lidi kemudian letakkan pada object glass yang sudah ditetesi eosin
  3. Homogenkan feses dan eosin menggunakan lidi
  4. Tutup menggunakan cover glass
  5. Amati di bawah mikroskop

Pasca analitik

  1. Pelaporan hasil dengan melaporkan ada atau tidaknya telur, larva, cacing, leukosit, eritrosit, jamur, bakteri,
  2. Buang object glass pada safety box,
  3. Matikan lampu mikroskop, bersihkan lensa mikroskop menggunakan kertas lensa, lalu matikan mikroskop dengan menekan tombol power.

BACA JUGA: Dies Natalis ke-10: Refleksi Perjalanan Fakultas Vokasi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

***

Penulis: Ika Nurfiyanti Lestari, Queny Dara Cantika, Vania Ardiya Putri

Editor: Puspa Anggun Pertiwi

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori