VOKASI UNAIR

Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR Berhasil Meneliti tentang Evaluasi Arteri Ethmoidalis Anterior Menggunakan Modalitas CT Scan dengan Variasi Parameter Window Width dan Window Level

Mahasiswa Fakultas Vokasi Berhasil Melakukan Penelitian tentang ....

VOKASI NEWS – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga telah berhasil meneliti tentang evaluasi arteri ethmoidalis anterior.

Teknologi kedokteran terus berkembang seiring berjalannya waktu. Salah satu contoh perkembangan teknologi tersebut adalah CT scan. CT scan merupakan salah satu modalitas di instalasi radiologi yang berguna untuk menghasilkan citra tiga dimensi. Adapun citra tiga dimensi antara lain irisan axial, coronal, dan sagittal. Bentuk penerapan dari CT scan yakni evaluasi area sinus pada klinis sinusitis menggunakan protokol high resolution computed tomography (HRCT).

Menurut Data WHO, kurang lebih terdapat 73 juta penduduk di dunia mengalami sinusitis dan 14,7% diantaranya pernah mengalami sinusitis sebelumnya. Sinusitis dapat terjadi karena disebabkan oleh fungi (Stammberger & Posawetz, 1990). Oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan HRCT Sinus untuk mengetahui kondisi anatomis dan patologis pada penderita itu sendiri.

Evaluasi Arteri Ethmoidalis Anterior

Anatomi yang dapat dievaluasi pada pemeriksaan HRCT sinus ialah arteri ethmoidalis anterior (AEA). Arteri ethmoidalis anterior merupakan percabangan dari arteri ophthalmic distal yang berada pada sepertiga foramen orbita. Tujuan dari evaluasi arteri ethmoidalis anterior yakni karena memiliki variasi letak. Arteri ini sangat rawan robek ketika dilakukan tindakan bedah. Sehingga pemeriksaan HRCT sinus dapat dijadikan sebagai tindakan pre-planning surgery untuk mencegah kejadian tersebut.

Protokol HRCT sinus terdapat teknik post processing windowing, tujuan dari windowing ialah pengaturan kontras pada citra yang dihasilkan. Pengaturan kontras ditentukan berdasarkan kebutuhan. Pada kasus HRCT sinus, sebagian besar peneliti terdahulu menggunakan kondisi windowing bone. Hal itu dikarenakan kondisi windowing tersebut dapat membedakan dua jaringan yang berbeda. Letak arteri ethmoidalis anterior berdekatan dengan dinding nasal lateral.

Pada kondisi windowing, terbagi menjadi dua parameter yakni window width dan window level. Manfaat pengaturan window width yaitu sebagai pengatur skala keabu-abuan pada citra. Sementara itu, window level yakni sebagai pengatur tingkat kecerahan pada citra.

Penelitian Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR

Penelitian salah satu mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR membahas tentang penentuan nilai window width, dan window level terbaik dalam menampilkan arteri ethmoidalis anterior. Hal itu dilakukan berdasarkan analisis kuantitatif kualitas citra yakni signal to noise ratio (SNR), contrast to noise ratio (CNR), dan noise.

SNR merupakan sebuah penilaian kualitas citra menggunakan perbandingan intensitas sinyal pada objek yang dievaluasi atau area ethmodialis anterior dengan nilai noise pada intensitas sinyal objek. CNR merupakan sebuah kemampuan citra dalam membedakan jaringan yang berbeda. Caranya ialah dengan menghitung selisih antara intensitas sinyal pada objek dan pada background atau area dinding lateral orbita. Kemudian dibandingkan dengan nilai noise pada background, noise merupakan  nilai yang didapat dari standar deviasi pada intensitas sinyal objek.

Data HRCT sinus yang digunakan yakni secara retrospektif sejak Agustus 2021 hingga Agustus 2023, dengan total 31 data pasien yang diberikan perlakuan menggunakan tiga variasi window width (WW) dan window level (WL), yakni antara lain WW/WL 1300/-80 HU, 2000/-200 HU, dan 2500/400 HU.

Simpulan Penelitian Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR

Berdasarkan analisis kuantitatif SNR, CNR, dan noise, menghasilkan nilai rata-rata SNR dan CNR tertinggi yakni 1300/-80 HU. Sedangkan pada nilai rata-rata noise tertinggi yakni 2000/-200 HU. Hal ini dapat terjadi karena pada nilai window width 1300 dan window level -80 HU memiliki nilai kontras yang lebih tinggi dibandingkan parameter windowing yang lain.

Fallis (2013) menyatakan bahwa semakin rendah nilai window width maka semakin tinggi nilai kontras pada suatu citra tersebut. Variabel tersebut memiliki nilai window width terendah dibandingkan kelompok lain terutama jika dibandingkan dengan parameter window width 2500 dan window level 400 yang memiliki kesamaan yakni termasuk dalam kelompok bone window.

Alhasil, berdasarkan penelitian Mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR dapat dinyatakan bahwa nilai parameter terbaik dalam mengvisualisasikan arteri ethmoidalis anterior yakni menggunakan konidisi bone window. Adapununtuk nilai window width dan window level terbaik yakni pada kelompok window width 1300 HU dan window level -80 HU.

***

Penulis             : Siska Diah

Editor              : Oky Sapto Mugi Saputro – Tim Branding Fakultas Vokasi UNAIR

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori