VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat bagi kelompok lansia di Desa Bulu Gondang, Kabupaten Lamongan. Sebelum penyampaian materi, mahasiswa mendampingi peserta dalam mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai jenis dan penggunaan obat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya lansia, agar lebih memahami penggolongan obat serta pentingnya penggunaan obat yang tepat dan aman dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan literasi kesehatan menjadi salah satu langkah promotif untuk membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih bijak dalam penggunaan obat.
Pendampingan Pre-Test Sebagai Langkah Awal Edukasi
Sebelum sesi penyuluhan dimulai, peserta mengerjakan pre-test yang berisi sejumlah pertanyaan terkait penggolongan obat dan cara penggunaannya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu membagikan lembar soal, memberikan arahan pengisian, serta menjelaskan pertanyaan yang belum dipahami peserta.
Pendampingan tersebut dilakukan karena sebagian peserta mengalami kesulitan dalam membaca maupun memahami istilah yang terdapat pada lembar pre-test. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa membantu proses pengisian berjalan lebih lancar dan nyaman bagi peserta.
Selain itu, hasil pre-test memberikan gambaran mengenai tingkat pengetahuan awal peserta. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim penyuluh untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sasaran sehingga proses edukasi dapat berlangsung lebih efektif.
Mengukur Pengetahuan Sebelum Penyuluhan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan informasi kesehatan yang masih diperlukan oleh kelompok lansia. Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan penggolongan obat, mulai dari obat bebas, obat bebas terbatas, hingga obat keras yang penggunaannya memerlukan resep dokter.
Pemahaman mengenai penggolongan obat dinilai penting karena dapat membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih aman dan sesuai aturan. Dengan demikian, risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan.
Antusiasme Lansia Mengikuti Kegiatan
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait jenis obat yang sering digunakan, aturan pemakaian, serta perbedaan antar golongan obat yang umum ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Suasana yang komunikatif membuat proses edukasi berjalan lebih interaktif. Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta juga merasa lebih nyaman untuk berdiskusi mengenai pengalaman penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Mendorong Penggunaan Obat yang Lebih Bijak
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya kelompok lansia, dapat meningkatkan pemahaman mengenai penggolongan obat dan pentingnya menggunakan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pengetahuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat sekaligus meningkatkan keamanan dalam menjalani terapi pengobatan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pengguna obat yang lebih cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Sumber : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Informasi Penggolongan Obat. Jakarta: BPOM RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Penulis: Salwa Putri Rahmadani
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



