VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) Kampus Gresik melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat bagi warga Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada 5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi menyasar kelompok ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai golongan obat yang sering ditemukan di lingkungan sekitar serta cara penggunaannya sesuai aturan.
Media Visual Bantu Pemahaman Peserta
Untuk memudahkan penyampaian materi, mahasiswa menggunakan media peraga berupa display berbahan kardus yang dirancang secara visual dan interaktif. Pada media tersebut ditampilkan berbagai golongan obat beserta contoh produk yang umum digunakan masyarakat.
Selain itu, penyampaian materi dilakukan dengan metode audiovisual sehingga peserta dapat memahami informasi melalui penjelasan langsung dan pengamatan visual. Pendekatan ini membantu peserta mengenali logo dan karakteristik masing-masing golongan obat secara lebih mudah.
Menurut penelitian Hamida Azzahra, Chandra, dan Inggria Kharisma (2025), penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan fokus belajar serta membantu peserta memahami materi dengan lebih efektif. Oleh karena itu, metode ini dipilih untuk mendukung proses edukasi kesehatan di masyarakat.
Mengenal Tiga Golongan Obat
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tiga golongan obat yang paling sering dijumpai di masyarakat, yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras.
Obat bebas ditandai dengan logo lingkaran hijau dan dapat diperoleh tanpa resep dokter, seperti paracetamol dan vitamin. Sementara itu, obat bebas terbatas memiliki logo lingkaran biru dan tetap harus digunakan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
Adapun obat keras ditandai dengan logo lingkaran merah dengan huruf K di tengahnya. Penggunaan obat golongan ini harus berdasarkan resep dan pengawasan tenaga kesehatan karena memiliki risiko yang lebih tinggi apabila digunakan secara tidak tepat.
Pentingnya Penggunaan Antibiotik yang Tepat
Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan antibiotik. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa antibiotik termasuk golongan obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai bahaya penggunaan antibiotik secara sembarangan. Penggunaan yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan menjadi lebih sulit dilakukan di masa mendatang.
Melalui penjelasan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya mengikuti anjuran tenaga kesehatan dalam penggunaan antibiotik maupun obat keras lainnya.
Mendorong Penggunaan Obat yang Bijak
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selain memperoleh pengetahuan mengenai penggolongan obat, peserta juga memahami pentingnya membaca informasi pada kemasan obat sebelum digunakan.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai penggolongan obat, diharapkan penggunaan obat dapat dilakukan secara lebih aman, tepat, dan rasional. Kesadaran tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung kesehatan keluarga dan mencegah kesalahan penggunaan obat di lingkungan masyarakat.
[BACA JUGA: Mahasiswa UNAIR Dampingi Pre-Test Edukasi Penggolongan Obat bagi Lansia]
Penulis: Rizal Putut Adi prasetyo
Pembimbing : Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep. s
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



